Berita Daerah
Beranda » Berita » Guru MAN 3 Majalengka: Doa Lintas Agama Perkuat Persatuan tanpa Mengaburkan Keyakinan

Guru MAN 3 Majalengka: Doa Lintas Agama Perkuat Persatuan tanpa Mengaburkan Keyakinan

Jatiwangi (Kemenag) — Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama dari Provinsi Jawa Barat, Banten, dan Daerah Khusus Jakarta memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Mereka mengikuti rangkaian Dzikir Kebangsaan, Doa Lintas Agama, dan Shalawat Kebangsaan yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai ikhtiar spiritual sekaligus penguatan komitmen kebangsaan.

Sejak pagi, kawasan Monas dipenuhi peserta yang mengenakan busana seragam. ASN laki-laki memakai kemeja putih berlengan panjang dengan celana hitam, sedangkan ASN perempuan mengenakan gamis putih dan hijab senada. Keseragaman tersebut menciptakan suasana yang tertib, khidmat, dan mencerminkan semangat kebersamaan.

Menteri Agama dalam sambutannya mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan melalui penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat, toleran, dan penuh kasih sayang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Dzikir Kebangsaan, Doa Lintas Agama yang dipimpin para tokoh agama sesuai ajaran masing-masing, serta ditutup dengan Shalawat Kebangsaan.

Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama menegaskan bahwa keberagaman merupakan modal sosial yang harus terus dirawat. Dzikir dan doa bersama menjadi ikhtiar batin untuk memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi bangsa Indonesia, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di tengah keberagaman.

Menanggapi kegiatan tersebut, Guru Al-Qur’an Hadis MAN 3 Majalengka, Subhanuddin, M.Si., menilai doa lintas agama merupakan wujud penghormatan terhadap keberagaman yang tetap berlandaskan keyakinan masing-masing.

Kokurikuler MTsN 7 Majalengka Tanamkan Kepedulian Lingkungan melalui Gerakan Penghijauan di Depan Kelas

Menurutnya, doa lintas agama bukanlah upaya menyeragamkan ajaran agama, melainkan menghadirkan ruang bersama untuk memohon kebaikan bagi bangsa dengan tetap menghormati batas-batas akidah setiap pemeluk agama.

“Doa lintas agama menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Setiap agama mengajarkan doa untuk kebaikan, keselamatan, dan kedamaian. Yang dibangun bukan penyatuan keyakinan, melainkan sikap saling menghormati dan komitmen bersama menjaga kerukunan bangsa,” ujar Subhanuddin saat ditemui di MAN 3 Majalengka, Senin (3/8/2026).

Ia menambahkan bahwa semangat yang dibangun melalui Dzikir Kebangsaan dan Doa Lintas Agama perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kerukunan, katanya, tidak cukup diwacanakan dalam sebuah kegiatan seremonial, tetapi harus tercermin dalam perilaku saling menghargai, bekerja sama, dan membantu sesama tanpa membedakan latar belakang.

“Doa menjadi fondasi spiritual, sedangkan persatuan dibuktikan melalui tindakan nyata. Ketika masyarakat mampu menjaga toleransi, memperkuat gotong royong, dan menghormati perbedaan, Indonesia akan semakin kokoh sebagai bangsa yang damai dan harmonis,” pungkasnya.

Kegiatan Dzikir Kebangsaan, Doa Lintas Agama, dan Shalawat Kebangsaan menjadi salah satu rangkaian penguatan nilai-nilai kebangsaan yang terus didorong Kementerian Agama. Melalui ikhtiar spiritual tersebut, diharapkan semangat persatuan, kerukunan, dan moderasi beragama semakin mengakar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

MTsN 7 Majalengka Perkuat Literasi Publik melalui Pembentukan Tim Kontributor Berita

Kontributor: Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *