Berita Daerah

GEMA SENIN Hadirkan Berbalas Pantun Sunda, Siswa MTsN 2 Majalengka Kenalkan Ragam Budaya

Jatiwangi (Kemenag) — Gerakan Membiasakan Bahasa Setiap Senin (GEMA SENIN) di MTsN 2 Majalengka kembali menghadirkan penampilan siswa dengan mengangkat kekayaan bahasa dan budaya Sunda, Senin (14/9/2026). Kali ini, siswa dari peminatan Bahasa Sunda tampil melalui kegiatan berbalas pantun menggunakan bahasa Sunda.

Penampilan tersebut melibatkan Pinka, Imas, dan Echa dari kelas 8C, serta Kalista dari kelas 8D. Keempat siswa secara bergantian menyampaikan pantun berbahasa Sunda di hadapan warga madrasah sehingga kegiatan GEMA SENIN berlangsung dengan suasana komunikatif sekaligus menghibur.

Kegiatan tersebut didampingi oleh Sanusi, S.Pd. Menurutnya, pemilihan berbalas pantun sebagai bentuk penampilan dilakukan agar pembelajaran kebahasaan dan budaya dapat disampaikan melalui cara yang lebih variatif dan tidak monoton.

“Kami memilih berbalas pantun karena ingin anak-anak lebih memahami kebahasaan dan budaya secara variatif, tidak monoton. Anak-anak diharapkan dapat memahami berbagai aspek kebahasaan dari sisi budaya Sunda,” ujar Sanusi, S.Pd.

Lebih dari sekadar menggunakan bahasa Sunda dalam percakapan, berbalas pantun memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal salah satu bentuk seni bahasa yang berkembang dalam budaya masyarakat Sunda. Siswa belajar memilih kata, menyusun kalimat, sekaligus menyampaikan pesan melalui bentuk sastra yang ringan dan menarik.

Keputrian MTsN 7 Majalengka Dorong Siswi Tingkatkan Kualitas Salat dengan Memahami Makna Bacaannya

Sanusi menambahkan, pengenalan budaya Sunda juga penting sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi siswa sekaligus memperkenalkan keberagaman seni dan budaya yang dimiliki daerah.

“Sekaligus agar anak-anak dapat mengembangkan potensinya dan mengenal budaya Sunda yang memiliki banyak seni dan corak. Dengan begitu, mereka tidak hanya belajar bahasanya, tetapi juga mengenal kekayaan budayanya,” tambahnya.

Melalui GEMA SENIN, bahasa tidak hanya dipelajari sebagai materi pembelajaran di dalam kelas. Bahasa juga dihadirkan dalam bentuk praktik yang dekat dengan seni dan budaya, sehingga siswa memiliki ruang untuk tampil, berkomunikasi, dan mengembangkan kreativitas.

Penampilan berbalas pantun Sunda tersebut menjadi salah satu upaya MTsN 2 Majalengka dalam memberikan pengalaman kebahasaan yang lebih beragam kepada siswa. Di sisi lain, kegiatan ini turut menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal, menggunakan, dan ikut melestarikan budaya Sunda melalui cara yang kreatif dan menyenangkan.

MTsN 2 Majalengka Kembali Gelar Rutinitas Minum Tablet Tambah Darah bagi Peserta Didik Putri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *