Menghadirkan nuansa literasi global di tengah rutinitas kedisiplinan, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Majalengka menggelar upacara bendera hari Senin dengan amanat yang disampaikan dalam bahasa Inggris pada (14/09/2026). Upacara yang berlangsung khidmat di lapangan madrasah ini mengangkat pesan krusial mengenai pentingnya menghargai dan memanajemen waktu secara bijak bagi para peserta didik.
Secara kronologis, rangkaian upacara berjalan dengan tertib mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, hingga memasuki sesi inti yakni amanat pembina upacara. Pada sesi tersebut, Ayu Anes Anisya, S.Pd., yang bertindak selaku pembina, memberikan arahan khusus kepada seluruh siswa, terutama bagi kelas IX, agar lebih fokus menjalani tahun terakhir pendidikan mereka di madrasah dan meninggalkan aktivitas yang tidak memberikan manfaat.
Dalam pemaparannya, Ayu menyoroti tantangan pelajar di era teknologi digital saat ini. Ia mengingatkan agar para siswa mengurangi aktivitas nirfaedah seperti terlalu lama bermain gawai (scrolling), bermain gim, maupun berdebat mengenai hal-hal yang tidak penting. Mengingat setiap individu memiliki porsi waktu yang sama yakni 24 jam sehari, ia menegaskan bahwa rutinitas akademik seperti bangun pagi dan mengerjakan tugas harus dipandang sebagai investasi, bukan beban yang bisa ditunda.
“Time is money, but money is not time. Money can return, but time cannot return,” tegas Ayu Anes Anisya di hadapan barisan siswa, memotivasi mereka bahwa uang yang hilang bisa dicari kembali, namun waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa diputar ulang.
Tujuan utama penyampaian amanat dwibahasa ini adalah untuk melatih kemampuan pendengaran (listening) bahasa asing siswa secara langsung, sekaligus menanamkan fondasi karakter kedisiplinan. Bagi peserta didik, pesan ini sangat bermanfaat sebagai refleksi diri untuk berhenti menunda pekerjaan dengan alasan “nanti”.
Sebagai tindak lanjut, MTsN 2 Majalengka akan terus mengintegrasikan penggunaan bahasa asing dalam berbagai kegiatan resmi madrasah untuk memperkuat literasi siswa, serta mengoptimalkan pengawasan kedisiplinan belajar guna memastikan manajemen waktu siswa berjalan efektif.
Menutup amanatnya, Ayu kembali memberikan dorongan moral yang kuat agar siswa mulai menghargai waktu sejak detik ini juga.
“Start from today, start now. Respect the time, because the time you left will never come twice,” pungkasnya.
Melalui pembiasaan karakter kedisiplinan dan literasi internasional yang terintegrasi ini, diharapkan dapat lahir generasi madrasah yang produktif, menghargai waktu, dan berorientasi pada masa depan. Lebih jauh, inovasi pembinaan siswa ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkesinambungan terhadap peningkatan mutu kelulusan dan layanan pendidikan pada lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.


Komentar