Talaga (KEMENAG) — Guna mengoptimalkan fokus belajar serta memacu daya pikir kritis peserta didik, mata pelajaran Bahasa Indonesia MAN 1 Majalengka menerapkan metode digital detox saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pembelajaran interaktif tanpa gawai tersebut berlangsung kondusif di Ruang Kelas X-3 MAN 1 Majalengka, Kamis (27/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali pada pagi hari saat seluruh siswa kelas X-3 secara tertib mengumpulkan telepon seluler (HP) masing-masing di tempat yang telah disediakan sebelum materi dimulai. Di bawah bimbingan guru pengampu, suasana kelas berlangsung dinamis dan ceria melalui diskusi kelompok, analisis teks, serta ruang tanya jawab interaktif tanpa distraksi perangkat digital. Para siswa terlihat lebih fokus, aktif berinteraksi, serta responsif dalam merangkai gagasan ilmiah.
Inovasi pembatasan penggunaan gawai saat jam pelajaran ini dirancang untuk melatih konsentrasi, mempertajam kemampuan literasi, serta membangun komunikasi dua arah yang intensif antarpeserta didik. Melalui skema ini, ruang kelas bertransformasi menjadi laboratorium diskusi yang hidup, di mana siswa dituntut untuk mengandalkan analisis mendalam, membaca pemahaman, serta keberanian berpendapat secara langsung.

Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia MAN 1 Majalengka, Heni Fauziah Hidayat, S.Pd., menyampaikan pentingnya menciptakan ruang belajar yang bebas dari distraksi digital.
“Penerapan aturan menyimpan gawai selama jam pelajaran ini bertujuan untuk mengembalikan esensi interaksi di dalam kelas. Saat ketergantungan pada layar dikurangi, anak-anak terbukti jauh lebih fokus, responsif, dan ceria saat diajak berdiskusi serta membedah materi Bahasa Indonesia,” ujar Heni.
Lebih lanjut, beliau menegaskan komitmennya untuk terus mengasah kecakapan bernalar para siswa melalui metode KBM interaktif.
“Kami ingin membiasakan siswa agar mampu mengolah informasi secara mandiri dan mendalam. Melalui metode ini, kami berharap peserta didik tidak sekadar menjadi konsumen informasi pasif, melainkan mampu berpikir kritis, analitis, dan percaya diri dalam menyampaikan gagasannya,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, metode pembelajaran fokus tanpa distraksi gawai ini akan terus dipertahankan dan dikembangkan pada unit-unit materi Bahasa Indonesia selanjutnya guna memantapkan budaya literasi siswa.
Melalui penerapan pembelajaran interaktif ini, diharapkan peserta didik semakin terlatih untuk berpikir kritis dan mandiri, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu serta kualitas layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar