Jatiwangi (KEMENAG) — Gelak tawa dan sorak-sorai peserta memeriahkan perlombaan estafet sarung di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kebersamaan yang melibatkan jajaran pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), para Kepala KUA, Kepala Madrasah Negeri, hingga perwakilan pegawai dari pelbagai satuan kerja se-Kabupaten Majalengka.
Di balik keseruan kompetisi tersebut, Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., yang turut menjadi peserta, memetik pelajaran berharga mengenai pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas lini.
“Estafet sarung mengajarkan kita untuk bergerak bersama. Tidak bisa satu orang berjalan sendiri, semuanya harus mengikuti ritme kelompok,” ujar Ela saat ditemui di ruang kerjanya seusai kegiatan.
Ela menjelaskan bahwa permainan tradisional ini tidak sekadar menghadirkan hiburan. Aturan yang mengharuskan setiap kelompok—beranggotakan 5 hingga 7 orang—tetap berpegangan tangan selama memindahkan sarung tanpa bantuan tangan menjadi cerminan nyata dari koordinasi kerja. Sarung harus berpindah dari peserta pertama hingga terakhir tanpa memutus genggaman, sehingga menuntut fleksibilitas gerakan tubuh, keseimbangan, serta penyesuaian ritme antaranggota tim.

“Kalau dikaitkan dengan pekerjaan, prinsipnya hampir sama. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Komunikasi, koordinasi, dan saling memahami menjadi bagian penting agar tujuan bersama dapat tercapai,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa suasana santai dalam kegiatan ini efektif mencairkan sekat rutinitas kerja harian. Pegawai dari berbagai unit kerja dapat saling berinteraksi, memberikan dukungan, dan membangun keakraban secara lebih personal.
“Kadang kita bertemu dalam suasana pekerjaan yang serius. Kegiatan seperti ini membuat kita bisa tertawa bersama, saling mendukung, dan mengenal satu sama lain dengan lebih dekat,” tambahnya.
Melalui momentum ini, Ela berharap semangat kekompakan dan sinergi yang terbangun selama perlombaan dapat terus diimplementasikan dalam lingkungan kerja sehari-hari guna memperkuat kinerjanya di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Firman Saefatullah


Komentar