Jatiwangi (KEMENAG)— Suara hentakan kaki berpadu dengan aba-aba pelatih memecah suasana Lapangan Utama MAN 3 Majalengka, Senin (21/7/2026). Di bawah terik matahari pagi, puluhan siswa bergerak serempak menampilkan jurus demi jurus pencak silat dengan penuh konsentrasi. Tidak ada gerakan yang dilakukan tanpa makna. Setiap langkah menjadi latihan untuk menguatkan fisik, mempertajam teknik, sekaligus menempa mental bertanding.
Bagi para peserta, latihan rutin ekstrakurikuler pencak silat bukan sekadar agenda mingguan. Kegiatan ini telah menjadi ruang pembinaan yang mempertemukan semangat berprestasi dengan nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan pengendalian diri yang menjadi ruh seni bela diri warisan bangsa.
Melalui pembinaan yang berlangsung secara berkesinambungan, MAN 3 Majalengka terus mengembangkan ekstrakurikuler pencak silat sebagai salah satu pusat pembinaan bakat peserta didik yang telah melahirkan berbagai prestasi membanggakan di berbagai tingkat kompetisi.
Menempa Mental di Balik Setiap Gerakan
Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai ikhtiar memohon keselamatan dan kelancaran latihan. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti sesi pemanasan yang dipandu secara bertahap untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum memasuki latihan inti.
Suasana kemudian berubah semakin dinamis ketika para siswa mulai memperdalam teknik dasar, menyempurnakan jurus, hingga berlatih simulasi tanding (sparring). Pada sesi inilah kemampuan membaca situasi, mengendalikan emosi, dan mengambil keputusan secara cepat benar-benar diasah.
Di setiap simulasi, para peserta tidak hanya belajar bagaimana menyerang atau bertahan. Mereka juga belajar menghormati lawan, menerima evaluasi, serta memahami bahwa kemenangan sejati lahir dari proses latihan yang panjang.
Pembina Ekstrakurikuler Olahraga MAN 3 Majalengka, Siti Mutia Anggraeni, S.Pd., menjelaskan bahwa pembinaan pencak silat diarahkan untuk membentuk atlet yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Melalui latihan yang intensif dan berkesinambungan, kami tidak hanya menargetkan peningkatan teknik bertanding, tetapi juga membentuk mental juara yang tangguh, sportif, disiplin, serta mampu menjaga akhlak di mana pun mereka berada. Prestasi akan menjadi lebih bermakna ketika dibangun di atas karakter yang baik,” ujarnya.
Menurutnya, proses latihan yang dilakukan secara konsisten akan membiasakan peserta didik menghadapi tantangan dengan tenang, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah.
Prestasi Lahir dari Latihan yang Konsisten
Kesungguhan para siswa dalam berlatih telah membuahkan hasil yang membanggakan. Dalam beberapa tahun terakhir, atlet pencak silat MAN 3 Majalengka terus menunjukkan prestasi di berbagai kejuaraan, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Pada Kejuaraan Karuhun Padjadjaran II, kontingen MAN 3 Majalengka berhasil membawa pulang empat medali yang terdiri atas satu emas dan tiga perak. Medali emas dipersembahkan oleh Devina Nurhasanah yang tampil gemilang pada nomor yang diikutinya.
Prestasi juga berlanjut pada GUBES CUP VI tingkat internasional dengan raihan dua medali emas yang semakin mengukuhkan kemampuan atlet-atlet muda madrasah di kancah internasional.
Sementara itu, pada ajang Satria Bumi Pamungkas Open 4, para atlet berhasil mengoleksi satu medali emas dan dua medali perak. Capaian tersebut kemudian dilengkapi dengan keberhasilan meraih Juara 1 Paku Bumi Open Bandung untuk kategori tingkat SMA.
Deretan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses latihan yang disiplin, pembinaan yang terarah, serta komitmen seluruh warga madrasah dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik.
Menjadikan Ekstrakurikuler sebagai Ruang Tumbuh Talenta
Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan ekstrakurikuler merupakan bagian penting dari pendidikan di madrasah. Menurutnya, madrasah memiliki tanggung jawab untuk memberikan ruang yang luas bagi setiap peserta didik agar dapat mengembangkan bakat sesuai minatnya.
“Prestasi yang diraih anak-anak merupakan hasil dari kerja keras mereka, dedikasi para pembina, serta dukungan seluruh warga madrasah. Kami akan terus memberikan ruang dan fasilitas pembinaan. Yang paling penting, mereka tumbuh menjadi generasi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan dalam berbagai kejuaraan tidak hanya membawa nama baik madrasah, tetapi juga menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan melalui kegiatan yang positif.
Menghidupkan Semangat Berprestasi di Madrasah
Bagi MAN 3 Majalengka, ekstrakurikuler pencak silat bukan sekadar tempat berlatih bela diri. Di dalamnya tumbuh semangat untuk menghargai proses, membangun kepercayaan diri, memperkuat persaudaraan, dan membiasakan peserta didik menghadapi tantangan dengan sikap yang sportif.
Setiap latihan menjadi pengingat bahwa prestasi bukan hanya diukur dari jumlah medali yang berhasil dibawa pulang, melainkan juga dari karakter yang terbentuk selama perjalanan meraihnya.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, MAN 3 Majalengka berharap semakin banyak generasi muda yang mampu mengharumkan nama madrasah sekaligus menjadi teladan dalam menjunjung nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan akhlak mulia, sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam membentuk peserta didik yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Kontributor : Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)


Komentar