Jatiwangi (Kemenag) — Ekstrakurikuler Keagamaan MAN 3 Majalengka menetapkan lima program prioritas untuk memperkuat budaya religius di lingkungan madrasah. Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Pembina Ekstrakurikuler Keagamaan, Ustadz Jali Rojali, S.Pd.I., di Masjid Al-Azfar MAN 3 Majalengka, Senin (31/8/2026).
Rapat yang diikuti jajaran pengurus ekstrakurikuler itu menjadi langkah awal dalam menyusun pembiasaan keagamaan yang akan diterapkan secara terstruktur selama tahun pelajaran berjalan. Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat karakter religius siswa melalui aktivitas yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Dalam arahannya, Ustadz Jali Rojali menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan keagamaan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi dari kebiasaan baik yang mampu tumbuh menjadi karakter peserta didik.
“Program-program ini bukan sekadar daftar kegiatan yang harus dijalankan. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk membangun budaya madrasah yang religius. Ketika siswa terbiasa salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, memulai pelajaran dengan doa, dan menjaga kebersihan rumah ibadah, sesungguhnya mereka sedang membangun karakter yang akan menjadi bekal sepanjang hayat,” ujarnya.
Lima program yang disepakati meliputi pembiasaan memperdengarkan murottal Al-Qur’an sebelum kegiatan belajar dimulai, penyusunan jadwal imam dan muazin salat Zuhur berjamaah, penataan petugas salat Jumat, pembiasaan doa sebelum pembelajaran, serta pengawasan kebersihan Masjid Al-Azfar dan Asrama Pesantren MAN 3 Majalengka.
Melalui program murottal pagi, madrasah ingin menciptakan suasana belajar yang lebih tenang dan religius sejak awal aktivitas. Sementara itu, penyusunan jadwal imam dan muazin salat Zuhur maupun salat Jumat diarahkan sebagai bagian dari kaderisasi siswa agar memiliki keberanian dan kemampuan memimpin pelaksanaan ibadah.
Penguatan budaya doa di setiap kelas juga menjadi perhatian pengurus. Pembiasaan tersebut akan dipantau secara berkelanjutan agar menjadi bagian dari rutinitas belajar sekaligus membangun kesadaran spiritual peserta didik.
Di sisi lain, kebersihan masjid dan lingkungan asrama turut menjadi program prioritas. Pengurus menilai lingkungan ibadah yang bersih dan nyaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan karakter serta implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil rapat juga menetapkan mekanisme pembagian tugas kepada setiap pengurus sesuai bidangnya. Pelaksanaan seluruh program akan disertai evaluasi berkala untuk memastikan setiap kegiatan berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata terhadap penguatan budaya religius di MAN 3 Majalengka.
Melalui lima program prioritas tersebut, MAN 3 Majalengka berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga membangun tradisi positif yang tumbuh dalam keseharian warga madrasah. Pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan menjadi fondasi lahirnya peserta didik yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam keimanan, dan berakhlak mulia.
Kontributor: Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)


Komentar