Berita Daerah
Beranda » Berita » Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 3 Majalengka Perdalam Ilmu Perfilman

Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 3 Majalengka Perdalam Ilmu Perfilman

Jatiwangi (KEMENAG) — Ruang kegiatan Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 3 Majalengka tampak berbeda pada Selasa (21/7/2026). Sejumlah siswa tidak lagi hanya sibuk dengan buku catatan atau kamera fotografi. Mereka mulai membicarakan alur cerita, membagi peran sebagai kru produksi, hingga mendiskusikan bagaimana sebuah adegan mampu menyampaikan pesan yang kuat kepada penonton.

Pelatihan perfilman yang digelar pada hari itu menjadi langkah strategis bagi para pengurus Ekstrakurikuler Jurnalistik untuk memperluas kompetensi di bidang media audio-visual. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar yang memadukan teori, diskusi, dan praktik sehingga peserta dapat memahami proses kreatif dalam menghasilkan sebuah karya film yang berkualitas.

Di tengah pesatnya perkembangan media digital, kemampuan bercerita melalui gambar bergerak menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan. Karena itu, Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 3 Majalengka tidak hanya mengembangkan kemampuan menulis berita dan fotografi, tetapi juga terus memperkuat kapasitas anggotanya dalam bidang perfilman sebagai bagian dari literasi media yang utuh.

Dari Program Kerja Menuju Produksi Film

Kegiatan diawali dengan pemaparan program kerja bidang perfilman yang akan menjadi salah satu fokus pengembangan Ekstrakurikuler Jurnalistik selama satu periode kepengurusan. Para peserta diperkenalkan pada arah pengembangan organisasi sekaligus target karya yang akan diwujudkan dalam berbagai produksi film pendek ke depan.

Selanjutnya, peserta mengikuti pendalaman materi mengenai dasar-dasar perfilman. Mulai dari proses menemukan ide cerita, menyusun alur, memahami unsur sinematografi, hingga mengenal tugas dan tanggung jawab setiap kru produksi.

Kakanwil Kemenag Jabar Monev KUA Sumberjaya: Tekankan Kebersihan dan Siapkan Program Rehabilitasi

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan serta mendiskusikan berbagai contoh produksi film pendek yang dekat dengan kehidupan pelajar.

Materi yang diperoleh kemudian langsung diterapkan melalui simulasi produksi. Para siswa dibagi ke dalam berbagai peran, seperti sutradara, penulis naskah, kamerawan, penata artistik, penata suara, editor, hingga talent. Pembagian tugas tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya kerja sama dalam sebuah produksi film.

Mengasah Kreativitas Melalui Kolaborasi

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah kegiatan brainstorming penyusunan konsep film. Dalam kelompok-kelompok kecil, mereka saling bertukar gagasan untuk menentukan tema, karakter, konflik, hingga pesan moral yang akan diangkat dalam karya yang akan diproduksi.

Beragam ide bermunculan. Ada yang mengangkat kehidupan madrasah, nilai-nilai moderasi beragama, persahabatan, semangat belajar, hingga kepedulian sosial. Seluruh gagasan tersebut didiskusikan secara terbuka agar mampu menghasilkan cerita yang kuat sekaligus relevan dengan kehidupan remaja.

Melalui proses itu, para siswa belajar bahwa sebuah film bukan hanya hasil kerja seorang sutradara atau kamerawan. Sebaliknya, setiap karya lahir dari kolaborasi seluruh anggota tim yang memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing.

Tinjau Pembangunan KUA Sukahaji Berdana SBSN, Kakanwil Kemenag Jabar Apresiasi Progres Capaian Kerja

Literasi Media Harus Mengikuti Perkembangan Zaman

Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 3 Majalengka, Firman Saefatullah, M.Pd., mengatakan bahwa pengembangan kemampuan siswa di bidang perfilman merupakan bagian dari upaya memperluas literasi media di lingkungan madrasah.

Menurutnya, dunia jurnalistik terus berkembang mengikuti perubahan teknologi. Karena itu, peserta didik perlu dibekali kemampuan yang tidak hanya berorientasi pada media cetak atau penulisan berita, tetapi juga mampu memanfaatkan media audio-visual sebagai sarana menyampaikan informasi yang positif.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali para siswa dengan keterampilan praktis dalam dunia perfilman. Kami berharap mereka tidak hanya menjadi konsumen media yang bijak, tetapi juga mampu menjadi pencipta konten yang edukatif, inspiratif, dan bermakna,” ujar Firman.

Ia menambahkan, kemampuan membuat film akan menjadi bekal penting bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kerja sama dalam tim.

Menurutnya, madrasah memiliki banyak cerita baik yang layak diangkat menjadi karya visual sehingga dapat menginspirasi masyarakat luas sekaligus memperkuat citra positif pendidikan madrasah.

Pengawas Pembina Monitoring Awal Tahun Pelajaran di MAN 3 Majalengka

Pengurus Antusias Menyambut Tantangan Baru

Ketua Ekstrakurikuler Jurnalistik, Nasya Sintya Dewi, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat berharga bagi seluruh pengurus.

“Pendalaman ilmu perfilman ini sangat membuka wawasan kami. Kami belajar bagaimana menyusun konsep cerita hingga berbagi peran secara profesional di lapangan,” ungkapnya.

Ia menilai bahwa proses belajar melalui praktik membuat materi menjadi lebih mudah dipahami. Selain memperoleh pengetahuan baru, para peserta juga belajar membangun komunikasi dan kekompakan dalam tim produksi.

Antusiasme serupa disampaikan oleh Nazril Rizq N Chaniago dan Dewi Sita Aprilia Siswandi. Keduanya menilai sesi brainstorming menjadi bagian yang paling menarik karena memberi kesempatan kepada seluruh anggota untuk menyampaikan ide-ide kreatif tanpa batas.

Menurut mereka, diskusi yang berlangsung terbuka membuat setiap anggota merasa memiliki kontribusi terhadap karya yang akan diproduksi bersama.

Meningkatkan Standar Produksi Karya Sinematik

Pelatihan ini tidak berhenti pada penyampaian materi semata. Seluruh konsep yang telah dirancang akan menjadi pijakan untuk memproduksi film pendek berikutnya dengan proses yang lebih terencana, lebih matang, dan lebih serius dibandingkan karya-karya yang telah dihasilkan sebelumnya.

Bagi Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 3 Majalengka, dunia perfilman bukanlah sesuatu yang baru. Selama ini para anggota telah menghasilkan sejumlah film pendek sebagai media pembelajaran, dokumentasi kegiatan, sekaligus sarana menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada warga madrasah. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas setiap karya yang diproduksi.

Melalui pendalaman materi kali ini, para pengurus memperkuat pemahaman mengenai penyusunan naskah, pengembangan karakter, pembagian tugas kru, teknik pengambilan gambar, pengelolaan tata suara, penyutradaraan, hingga proses penyuntingan. Setiap tahapan dipersiapkan secara lebih sistematis agar menghasilkan karya yang lebih kuat dari sisi cerita, lebih baik secara visual, serta mampu memberikan pengalaman menonton yang lebih bermakna.

Dalam waktu dekat, tim perfilman Ekstrakurikuler Jurnalistik akan memasuki tahapan praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi berdasarkan hasil brainstorming yang telah disepakati bersama. Semangat yang dibangun bukan sekadar menghasilkan film baru, melainkan menghadirkan karya sinematik yang menunjukkan peningkatan kualitas, kreativitas, dan profesionalisme dibandingkan produksi-produksi sebelumnya.

Menjadi Ruang Tumbuh Talenta Madrasah

Pelatihan perfilman ini menjadi salah satu bentuk komitmen MAN 3 Majalengka dalam menghadirkan kegiatan ekstrakurikuler yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi terbaiknya.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Ekstrakurikuler Jurnalistik diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil menulis berita dan mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga mampu menghasilkan karya-karya sinematik yang membawa nilai edukasi, inspirasi, dan karakter.

Lebih dari itu, karya-karya tersebut diharapkan menjadi media syiar yang memperkenalkan wajah madrasah sebagai lembaga pendidikan yang terus berinovasi, kreatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi informasi, sekaligus mendukung penguatan citra positif madrasah melalui karya-karya visual yang berkualitas.

Kontributor : Firman Saefatullah (HUMAS MAN 3 MAJALENGKA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *