Berita Daerah

Dukung Program MBG, MTsN 1 Majalengka Siap Edukasikan Aturan Konsumsi Makanan

Leuwimunding (Kemenag) – Perwakilan MTsN 1 Majalengka menghadiri kegiatan sosialisasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Heuleut, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di RM Kampung Mertua ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai madrasah dan sekolah di wilayah setempat.

MTsN 1 Majalengka hadir diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Hj. Eli Purwati, S.Pd., bersama Hj. Eti Rusmiati, S.Ag. Pertemuan ini digelar untuk menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi antara pengelola program gizi dan pihak satuan pendidikan demi menjamin keamanan konsumsi peserta didik.

Dalam pemaparannya, Kepala SPPG Heuleut Leuwimunding, Luqman Faisal Shidqi, menyampaikan sosialisasi tegas terkait aturan standar operasional prosedur MBG yang mengacu pada Peraturan Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 1 Tahun 2026. Ia menegaskan bahwa makanan program MBG secara resmi dilarang untuk dibawa pulang ke rumah.

“Pemindahan makanan dari wadah resmi ke *lunch box* pribadi milik siswa membawa risiko tinggi kontaminasi bakteri yang dapat memicu masalah kesehatan atau keracunan makanan. Oleh karena itu, aturan ini diberlakukan demi melindungi kesehatan seluruh siswa,” ujar Luqman saat memberikan materi.

Guna menjamin kebersihan dan kualitas gizi, pihak SPPG menerapkan dua prosedur utama pada setiap wadah makanan yakni, Label Waktu Safe-Consumption Setiap wadah (ompreng stainless) dipasangi stiker label yang mencantumkan batas waktu aman konsumsi, yaitu maksimal 2 jam setelah disajikan. Selanjutnya untuk penanganan sisa makanan apabila siswa tidak mampu menghabiskan porsinya, sisa makanan tidak boleh dipindahkan atau dibungkus, melainkan harus dibiarkan tetap di dalam wadah stainless resmi untuk dikembalikan ke tim SPPG.

Perkuat Pemahaman Aset Negara, Staf TU MTsN 11 Majalengka Ikuti BISIKAN

Selanjutnya, MTsN 1 Majalengka siap meneruskan edukasi dan imbauan teknis ini kepada seluruh siswa dan wali murid di lingkungan madrasah. Langkah ini diambil agar pemenuhan gizi peserta didik dapat berjalan optimal, aman, dan tepat sasaran.

Melalui sinergi dan pemahaman regulasi yang baik ini, diharapkan pelaksanaan program MBG dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan siswa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *