Kisah Teladan
Beranda » Berita » Dua Guru MAN 2 Majalengka Ikuti Workshop Pembelajaran Sejarah Berbasis Ecopedagogy Tingkat Jawa Barat

Dua Guru MAN 2 Majalengka Ikuti Workshop Pembelajaran Sejarah Berbasis Ecopedagogy Tingkat Jawa Barat

Panyingkiran (KEMENAG) — Sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional pendidik sekaligus mengembangkan pembelajaran sejarah yang inovatif, dua guru mata pelajaran Sejarah MAN 2 Majalengka, Usef Saefulloh, S.Hum. dan Rina Sugiarti, S.Pd., mengikuti Workshop Pembelajaran Sejarah Berbasis Ecopedagogy Tingkat Jawa Barat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan MGMP Sejarah SMA Kabupaten Majalengka pada Rabu (5/8/2026) di Auditorium Politeknik Madira Indonesia, Majalengka.

Workshop yang berlangsung pukul 08.00–15.00 WIB tersebut diikuti oleh guru Sejarah SMA, SMK, dan MA dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Sejarah Berbasis Ecopedagogy: Membangun Kesadaran Historis, Karakter, dan Kepedulian Lingkungan untuk Generasi Berkelanjutan”, kegiatan ini bertujuan mengembangkan pembelajaran sejarah yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu menumbuhkan karakter, kesadaran historis, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Workshop menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar pendidikan sejarah, di antaranya Prof. Dr. Nana Supriatna, M.Ed., Prof. Dr. Dadan Wildan, M.Hum., Prof. Dr. Erlina Wiyanarti, M.Pd., Prof. Dr. Wawan Darmawan, M.Hum., Dr. Tarunasena, M.Pd., Dra. Yani Kusmarni, M.Pd., dan Dr. Wildan Insan Fauzi, M.Pd. Para narasumber membahas konsep ecopedagogy dan Green History, strategi implementasinya dalam pembelajaran sejarah, serta penguatan peran guru dalam membangun kesadaran murid terhadap hubungan antara manusia, sejarah, dan lingkungan.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif dan berbagi praktik baik antarguru. Melalui forum tersebut, para peserta saling bertukar pengalaman dan merumuskan berbagai inovasi pembelajaran sejarah yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. 

Salah seorang peserta dari MAN 2 Majalengka, Usef mengungkapkan bahwa workshop tersebut memberikan perspektif baru dalam mengajarkan sejarah.

MTsN 7 Majalengka Perkuat Budaya Bersih melalui Geber Jumat

“Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan bahwa pembelajaran sejarah dapat menjadi sarana membangun kesadaran ekologis murid. Saya berharap konsep ecopedagogy ini dapat diterapkan di MAN 2 Majalengka agar pembelajaran sejarah menjadi lebih kontekstual dan bermakna,” ujar Usef.

Sementara itu, Rina menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperkaya wawasan sekaligus memperluas jejaring profesional dengan sesama guru sejarah dari berbagai daerah.

“Berbagai praktik baik yang dibagikan dalam workshop ini menjadi inspirasi untuk menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih kreatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan murid. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di MAN 2 Majalengka sehingga pembelajaran sejarah semakin menarik dan bermakna,” tutur Rina.

Keikutsertaan kedua guru tersebut menjadi wujud komitmen MAN 2 Majalengka dalam mendukung pengembangan kompetensi pendidik melalui kegiatan ilmiah dan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga melahirkan murid yang memiliki kesadaran historis, berkarakter, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

MTsN 7 Majalengka Serahkan Bingkisan BAZNAS kepada Dua Siswa Berprestasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *