Talaga (KEMENAG) — Guna mendorong semangat belajar serta menguatkan integritas peserta didik melalui efisiensi digital, mata pelajaran Geografi MAN 1 Majalengka menggelar Ulangan Harian ke-1 berbasis Computer-Based Test (CBT). Evaluasi pembelajaran materi Posisi Strategis Indonesia tersebut berlangsung di Ruang Kelas XI-5, Senin (24/8/2026).
Rangkaian ujian yang diikuti oleh 31 siswa kelas XI-5 ini dilaksanakan pada jam pelajaran ke-9 hingga ke-11 (pukul 13.50–15.50 WIB) usai menuntaskan 15 Jam Pelajaran (JP) selama tiga pekan. Pelaksanaan ujian digital ini menerapkan sistem paperless dan ramah lingkungan, sekaligus dilengkapi fitur keamanan yang mampu mendeteksi kecurangan secara real-time. Usai evaluasi, guru pengampu menyerahkan bintang penghargaan khusus kepada empat peraih nilai tertinggi, yakni Bunga Agnis Julianti Putri (97), Yesi Novi Herdian (93), serta Firsha Nuraziza Aulia Arifin dan Qurotu Al Syifa (87).

Penerapan evaluasi berbasis CBT ini dirancang untuk membiasakan peserta didik beradaptasi dengan teknologi secara bijak dan transparan. Pemberian bintang penghargaan juga berfungsi sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras siswa, sekaligus pemantik motivasi agar budaya kompetisi yang sehat dan jujur terus terbangun di dalam kelas.
Guru Mata Pelajaran Geografi MAN 1 Majalengka, Muhammad Rivki Pratama, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa integrasi teknologi ujian bertujuan membentuk karakter siswa yang berintegritas.
“Penerapan sistem CBT ini bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi dan efisiensi kertas, melainkan juga bentuk komitmen kita dalam membentuk karakter peserta didik yang jujur dan berintegritas. Pemberian bintang penghargaan ini diharapkan dapat menjadi apresiasi sekaligus pendorong semangat bagi anak-anak agar terus berprestasi dan mempertahankan pemahaman terbaik mereka,” ujar Rivki.

Sementara itu, Bunga Agnis Julianti Putri, peraih nilai tertinggi pada ulangan harian tersebut, menyuarakan rasa syukur dan kesannya atas sistem ujian yang diterapkan.
“Saya sangat senang dan tidak menyangka bisa meraih nilai tertinggi serta mendapatkan bintang penghargaan dari Pak Guru. Pembelajaran selama 15 JP kemarin sangat membantu kami memahami konsep materi secara mendalam. Sistem ujian CBT ini juga membuat kami merasa lebih tertantang untuk fokus dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” tutur Bunga.
Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah akan terus mendorong perluasan penggunaan sistem evaluasi CBT transparan pada mata pelajaran lain guna memantapkan transformasi digital di lingkungan madrasah.
Semoga melalui inovasi evaluasi berbasis CBT dan pemberian apresiasi ini, peserta didik semakin terbiasa memanfaatkan teknologi secara bijak serta menjunjung tinggi kejujuran, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu dan layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar