Ligung (Kemenag) — Sebanyak 16 anggota Dewan Penggalang MTsN 3 Majalengka mengikuti Lomba Tingkat dengan mengedepankan kemandirian sejak tiba di Bumi Perkemahan Beber, Ligung, Jumat (14/8/2026). Peserta yang terbagi dalam satu regu putra dan satu regu putri dituntut mampu mengelola seluruh kebutuhan perkemahan secara mandiri sebagai bagian dari penilaian lomba.
Setibanya di lokasi perkemahan, seluruh peserta membawa perlengkapan masing-masing tanpa bantuan pembina. Mereka kemudian mendirikan tenda secara mandiri sesuai kemampuan dan pembagian tugas dalam regu. Selain itu, peserta juga bertanggung jawab menyiapkan kebutuhan makan dengan memasak sendiri selama mengikuti kegiatan.
Kemandirian menjadi salah satu aspek penting dalam Lomba Tingkat. Setiap aktivitas peserta memiliki poin penilaian sehingga seluruh anggota regu dituntut untuk memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pembina hanya memberikan arahan dan pengawasan tanpa mengambil alih pekerjaan peserta.
Dalam pelaksanaan lomba, peserta juga harus mampu menunjukkan kekompakan, kedisiplinan, ketelitian, serta kemampuan bekerja sama. Bahkan, apabila tim penilai mendapati pembina membantu secara langsung dalam pelaksanaan tugas yang seharusnya dilakukan peserta, hal tersebut dapat dikenai sanksi dan memengaruhi penilaian regu.
Kepala MTsN 3 Majalengka, Dr. H. Dede Sofyan Hadi, M.Ag., menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti Lomba Tingkat merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter siswa. Menurutnya, siswa perlu diberikan ruang untuk belajar menyelesaikan berbagai persoalan secara mandiri dan bertanggung jawab.
“Lomba Tingkat bukan hanya tentang memenangkan perlombaan, tetapi juga bagaimana anak-anak belajar mandiri, bertanggung jawab, bekerja sama, dan menyelesaikan setiap tugas dengan kemampuan mereka sendiri. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi pembentukan karakter,” ujar Dede Sofyan Hadi.
Pembina Pramuka MTsN 3 Majalengka, Wartono, S.Pd., mengatakan bahwa para peserta telah diberikan pembekalan sebelum mengikuti kegiatan. Selama pelaksanaan Lomba Tingkat, pembina berperan memberikan motivasi, arahan, dan pengawasan agar peserta mampu menghadapi setiap tantangan dengan baik.
“Peserta harus percaya pada kemampuan regunya. Mulai dari membawa perlengkapan, mendirikan tenda, hingga menyiapkan makanan merupakan bagian dari proses belajar. Pembina akan mendampingi dan mengarahkan, tetapi pelaksanaan tugas tetap menjadi tanggung jawab peserta,” jelas Wartono.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan semakin terlatih dalam mengatur waktu, membagi tugas, mengambil keputusan, serta menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang terus dikembangkan melalui kegiatan kepramukaan di madrasah.
MTsN 3 Majalengka akan terus memberikan pendampingan kepada peserta selama mengikuti seluruh rangkaian Lomba Tingkat. Pembina juga akan memastikan kondisi peserta tetap terpantau agar dapat mengikuti berbagai cabang lomba dengan sehat, tertib, dan penuh semangat.
Kepala MTsN 3 Majalengka berharap seluruh peserta dapat melaksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab, senantiasa menjaga kesehatan, dan tetap bersemangat mengikuti seluruh rangkaian Lomba Tingkat. Para peserta juga diharapkan mampu memberikan kemampuan terbaik dan meraih prestasi pada setiap cabang lomba yang diikuti.
Pengalaman tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membentuk peserta didik yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Karakter positif tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah sekaligus memberikan dampak positif terhadap layanan Kementerian Agama kepada masyarakat.
Kontributor: Putri Siti Reykhani


Komentar