Talaga (KEMENAG) — Pembelajaran Kimia di kelas XII.2 MAN 1 Majalengka berlangsung lebih interaktif melalui penerapan metode demonstrasi pada materi Penurunan Tekanan Uap dan Kenaikan Titik Didih. Kegiatan yang dilaksanakan di Laboratorium IPA, Rabu (22/7/2026), menjadi upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual sehingga siswa dapat memahami konsep sains secara nyata, bukan sekadar menghafal teori.
Guru Kimia MAN 1 Majalengka, Ira Irawati, S.Pd., memanfaatkan alat dan bahan sederhana untuk memperagakan konsep Sifat Koligatif Larutan. Dalam proses pembelajaran tersebut, siswa diajak mengamati secara langsung pengaruh penambahan zat terlarut terhadap penurunan tekanan uap dan kenaikan titik didih suatu larutan dibandingkan dengan pelarut murninya.
Sejak awal kegiatan, siswa tampak mengikuti setiap tahapan demonstrasi dengan penuh perhatian. Mereka tidak hanya menyaksikan proses percobaan, tetapi juga mencatat hasil pengamatan, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi bersama untuk menarik kesimpulan berdasarkan fakta yang mereka lihat.
Menurut Ira Irawati, metode demonstrasi dipilih agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik.
“Dengan melihat dan mengamati prosesnya secara langsung, siswa jadi lebih mudah memahami mengapa air garam mendidih pada suhu lebih tinggi dari air murni. Ini juga terbukti meningkatkan motivasi dan rasa ingin tahu siswa terhadap Kimia,” ujarnya.
Suasana belajar yang aktif dan menyenangkan turut mendorong siswa untuk lebih berani mengemukakan pendapat serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman konsep sekaligus melatih keterampilan ilmiah yang menjadi bekal penting dalam pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari.
Pihak madrasah memberikan apresiasi atas inovasi pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Metode demonstrasi dinilai mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif karena menghubungkan teori dengan praktik secara langsung. Ke depan, pendekatan serupa diharapkan dapat diterapkan pada materi-materi lainnya sehingga proses pembelajaran semakin variatif, menarik, dan berpusat pada peserta didik.
Melalui pembelajaran yang kontekstual dan praktis, siswa XII.2 MAN 1 Majalengka diharapkan semakin menguasai konsep Sifat Koligatif Larutan, memiliki kemampuan berpikir ilmiah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap mata pelajaran Kimia. Inovasi pembelajaran seperti ini juga diharapkan terus memperkuat kualitas layanan pendidikan madrasah dan mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu di lingkungan Kementerian Agama.
Kontributor : Wawan Abdul Gani
Editor: D.Win


Komentar