Jatiwangi (KEMENAG) — Suara riang siswa terdengar memenuhi ruang kelas XI MAN 3 Majalengka, Kamis (23/7/2026). Bukan sekadar menyanyikan lagu, mereka sedang belajar membangun keberanian berkomunikasi dalam bahasa Inggris melalui metode Sing a Song yang diterapkan Guru Bahasa Inggris, Iis Apriani, S.Pd.
Suasana belajar pagi itu terasa berbeda. Tidak ada wajah tegang ataupun rasa takut melakukan kesalahan. Irama lagu Good Morning mengawali pembelajaran, mengajak siswa bernyanyi bersama sekaligus mengenal kosakata dan ungkapan sapaan (greetings) yang menjadi dasar komunikasi dalam bahasa Inggris.
Bagi Iis Apriani, pembelajaran bahasa tidak hanya berbicara tentang menghafal tata bahasa atau mengerjakan soal. Yang lebih penting adalah menumbuhkan rasa percaya diri agar peserta didik berani menggunakan bahasa sebagai alat berkomunikasi.
“Lagu menjadi media yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Ketika mereka bernyanyi bersama, suasana kelas menjadi lebih rileks sehingga mereka lebih mudah mengingat kosakata, melatih pengucapan, dan berani berbicara dalam bahasa Inggris tanpa merasa takut salah,” tuturnya.
Metode Sing a Song menjadi salah satu inovasi pembelajaran yang dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Melalui irama dan lirik yang sederhana, siswa tidak hanya mengenal kosakata baru, tetapi juga belajar mengucapkannya dengan pelafalan yang lebih baik. Tanpa disadari, mereka berlatih mendengar, berbicara, dan mengingat secara bersamaan.
Keceriaan yang tampak selama pembelajaran menunjukkan bahwa belajar dapat berlangsung efektif ketika peserta didik merasa nyaman. Lagu yang awalnya menjadi ice breaking perlahan berubah menjadi jembatan yang menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Bagi MAN 3 Majalengka, inovasi pembelajaran merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan yang berpihak kepada peserta didik. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga terus berupaya menemukan pendekatan yang mampu membangkitkan motivasi, kreativitas, dan keberanian siswa untuk terus berkembang.
Ke depan, metode Sing a Song akan terus dikembangkan melalui pemanfaatan berbagai lagu bertema grammar, daily conversation, hingga pronunciation sehingga pembelajaran bahasa Inggris semakin variatif, kontekstual, dan menyenangkan.
Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., mengapresiasi berbagai inovasi pembelajaran yang dilakukan para guru. Menurutnya, pembelajaran yang menyenangkan menjadi salah satu kunci dalam membangun karakter pembelajar yang aktif dan percaya diri.
“Madrasah harus menjadi tempat yang menghadirkan pengalaman belajar yang membahagiakan. Ketika guru terus berinovasi, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga tumbuh rasa percaya diri, kreativitas, dan semangat belajar sepanjang hayat,” ujarnya.
Melalui langkah-langkah sederhana seperti menghadirkan lagu di ruang kelas, MAN 3 Majalengka menunjukkan bahwa pendidikan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, perubahan lahir dari cara guru menghadirkan senyum, semangat, dan keberanian dalam setiap proses belajar.
Dari sebuah lagu, tumbuh harapan agar peserta didik semakin percaya diri menyongsong masa depan dan menjadi generasi yang cakap, berkarakter, serta mampu berkompetisi di tingkat global tanpa kehilangan jati dirinya sebagai insan madrasah.
Kontribusi : Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)


Komentar