Berita Daerah MAN

Dari Lapangan ke Berita, Jurnalis Siswa MAN 3 Majalengka Liput Langsung Upacara HUT ke-81 RI di Kankemenag

Jatiwangi (KEMENAG) — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Senin (17/8/2026), menjadi ruang belajar langsung bagi dua jurnalis siswa MAN 3 Majalengka. Keduanya turun ke lapangan dan bergabung dengan Tim Humas Kankemenag Majalengka untuk meliput jalannya upacara sekaligus mengasah kemampuan jurnalistik.

Dua siswa yang mendapat tugas tersebut adalah Nasya Sintya Dewi, Ketua Ekstrakurikuler Jurnalistik, dan Dewi Sita Aprilia Siswandi, Wakil Ketua Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 3 Majalengka. Sejak pagi, keduanya sudah berada di lokasi untuk mengabadikan berbagai momen penting dalam rangkaian upacara.

Kehadiran jurnalis siswa tidak sekadar untuk mengambil foto atau mencatat jalannya kegiatan. Mereka belajar melihat sebuah peristiwa dari sudut pandang jurnalistik, menentukan momen penting, mengumpulkan informasi, hingga menyiapkan bahan publikasi.

Bergabung bersama Tim Humas Kankemenag Majalengka memberikan pengalaman berbeda bagi kedua siswa. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana proses peliputan kegiatan resmi dilakukan, mulai dari menentukan sudut pengambilan gambar hingga mendokumentasikan rangkaian acara.

Bagi Nasya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk menguji kemampuan jurnalistik yang selama ini dipelajari di madrasah.

Lestarikan Budaya dan Nilai Sejarah, Warga Desa Gunung Kuning Gelar Ziarah Makam Raden Mas Lumpi

“Kami sangat senang dan bangga bisa ikut meliput langsung upacara HUT RI di Kantor Kemenag Majalengka. Pengalaman berkolaborasi dengan Tim Humas Kankemenag memberikan pelajaran berharga bagi kami tentang bagaimana kerja jurnalis profesional di lapangan,” ujar Nasya di sela-sela kegiatan.

Ia mengaku pengalaman turun langsung ke lapangan membuatnya semakin memahami bahwa jurnalistik tidak hanya tentang menulis berita. Seorang jurnalis juga harus mampu mengamati, menentukan informasi penting, berkomunikasi, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan kepada pembaca.

Sementara itu, Dewi Sita Aprilia Siswandi mengatakan suasana upacara yang berlangsung khidmat menjadi pengalaman tersendiri bagi dirinya. Menurutnya, peliputan kegiatan resmi memberikan kesempatan untuk belajar bekerja secara lebih terarah dan disiplin.

“Meliput kegiatan seperti ini membuat kami belajar bagaimana mengambil gambar yang tepat dan memperhatikan setiap rangkaian kegiatan. Kami juga belajar bahwa setiap momen memiliki nilai berita,” kata Dewi.

Keterlibatan dua jurnalis siswa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan jurnalistik di madrasah dapat menjadi sarana pembelajaran di luar kelas. Siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan melalui peristiwa nyata.

MTsN 10 Majalengka Kirim Tujuh Siswa Ikuti OMI 2026

Dari sisi keterampilan, peliputan tersebut menjadi latihan bagi siswa dalam fotografi, observasi, wawancara, pencatatan informasi, dan penulisan berita. Pengalaman itu diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk menghasilkan karya jurnalistik yang semakin baik.

Selain mengasah keterampilan, kegiatan tersebut juga mempertemukan jurnalis muda madrasah dengan lingkungan kerja kehumasan. Interaksi tersebut membuka pengalaman baru tentang pentingnya kerja sama dalam mengelola informasi dan dokumentasi sebuah kegiatan.

Bagi MAN 3 Majalengka, kesempatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekstrakurikuler jurnalistik. Pelibatan siswa dalam kegiatan nyata diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperluas wawasan mereka tentang dunia jurnalistik.

Hasil peliputan berupa tulisan dan dokumentasi foto selanjutnya akan menjadi bahan publikasi madrasah. Karya tersebut juga menjadi bagian dari pengalaman jurnalistik yang dapat dikembangkan dalam kegiatan Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 3 Majalengka.

Peliputan HUT ke-81 RI di Kankemenag Majalengka akhirnya bukan hanya tentang mendokumentasikan sebuah upacara. Bagi Nasya dan Dewi, pagi itu menjadi kesempatan untuk belajar menjadi jurnalis dengan cara yang sesungguhnya: turun ke lapangan, mengamati peristiwa, menangkap momen, mengolah informasi, lalu mengubahnya menjadi cerita yang dapat dibaca masyarakat.

Keputrian MTsN 7 Majalengka Jadi Ruang Tumbuh Siswi Bekal Ibadah, Karakter, dan Kesehatan Mental

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi semakin banyak siswa MAN 3 Majalengka untuk berani berkarya dan menjadikan jurnalistik sebagai ruang belajar yang kreatif, kritis, dan produktif.

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *