Berita Daerah MAN

Dari Dapur Wali Murid ke Etalase Madrasah, Koperasi MAN 3 Majalengka Buka Jalan bagi UMKM Keluarga Siswa

Jatiwangi (KEMENAG) — Produk yang sebelumnya hanya berputar dari dapur rumah ke tangan tetangga kini mendapat ruang baru di lingkungan madrasah. Koperasi MAN 3 Majalengka mulai memasarkan makanan dan minuman buatan orang tua atau wali siswa melalui program “Kantin Koperasi Peduli UMKM”, Selasa (11/8/2026). Langkah ini membuka kesempatan bagi usaha keluarga siswa untuk menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara madrasah dan wali siswa.

Beragam produk kuliner hasil usaha wali siswa ditempatkan di etalase Kantin Koperasi MAN 3 Majalengka. Produk tersebut dapat dibeli oleh siswa, guru, serta tenaga kependidikan yang beraktivitas di lingkungan madrasah.

Program ini tidak sekadar menyediakan tempat berjualan. Koperasi terlebih dahulu melakukan pendataan dan kurasi terhadap produk yang ditawarkan. Aspek kebersihan, kelayakan produk, dan harga menjadi perhatian agar makanan dan minuman yang dipasarkan tetap aman serta terjangkau bagi warga madrasah.

Penanggung Jawab Koperasi MAN 3 Majalengka, Heni Supartini, S.S., mengatakan program tersebut lahir dari keinginan menjadikan koperasi sebagai ruang yang memberikan manfaat lebih luas bagi keluarga siswa.

“Kami ingin koperasi tidak hanya menjadi tempat memenuhi kebutuhan warga madrasah. Ada potensi usaha dari orang tua siswa yang bisa kita bantu pasarkan. Dengan adanya ruang ini, produk mereka memiliki kesempatan untuk dikenal dan dibeli oleh lebih banyak orang,” ujar Heni.

Perkuat Pemahaman Aset Negara, Staf TU MTsN 11 Majalengka Ikuti BISIKAN

Menurutnya, keberadaan kantin khusus produk UMKM wali siswa juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara koperasi dan orang tua. Kualitas produk dapat terus diperbaiki berdasarkan masukan dari konsumen, sementara koperasi dapat memberikan pendampingan sesuai kebutuhan.

Bagi wali siswa, kehadiran program tersebut memberikan alternatif untuk memperkenalkan produk usaha mereka tanpa harus mencari lokasi pemasaran sendiri. Sementara bagi warga madrasah, keberadaan produk lokal memberikan pilihan makanan dan minuman yang mudah dijangkau di lingkungan sekolah.

Konsep pemberdayaan tersebut menjadikan koperasi bukan hanya sebagai unit layanan ekonomi internal madrasah, tetapi juga sebagai penghubung antara potensi keluarga siswa dan kebutuhan warga madrasah.

Program “Kantin Koperasi Peduli UMKM” diharapkan terus berkembang dengan semakin banyak produk wali siswa yang dapat difasilitasi. Evaluasi terhadap kualitas, variasi, harga, dan respons konsumen akan menjadi bagian dari pengembangan program ke depan.

Melalui langkah sederhana dari sebuah etalase kantin, MAN 3 Majalengka berupaya membuka ruang yang lebih luas bagi usaha keluarga siswa untuk tumbuh. Dari dapur rumah, produk UMKM wali siswa kini memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan pasar di lingkungan madrasah.

Tingkatkan Kepedulian Sosial Siswa, MTsN 5 Majalengka Gelar Ceramah Keagamaan dan Shalat Duha Bersama

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *