Berita Daerah

Cegah Kenakalan Remaja, MTsN 7 Majalengka Rangkul Orang Tua untuk Perkuat Pembinaan Siswa

Jatitujuh (KEMENAG) — Dalam upaya mencegah dan menangani kenakalan remaja di lingkungan madrasah, MTsN 7 Majalengka menggelar pertemuan bersama orang tua siswa yang memerlukan perhatian dan pembinaan khusus. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula MTsN 7 Majalengka, Rabu (9/9/2026).

Pertemuan ini menjadi salah satu langkah konkret madrasah dalam membangun sinergi antara pihak sekolah dan keluarga untuk memberikan pendampingan kepada siswa. Orang tua yang hadir merupakan wali dari siswa yang teridentifikasi membutuhkan pembinaan terkait perilaku dan kedisiplinan.

Kepala MTsN 7 Majalengka, Dedi Priatna, didampingi Wakamad Kesiswaan Drs. Abd Aziz Hidayat, Wakamad Akademik Teddy Hermansyah, S.Pd., serta Pembina OSIS Dila Rahmawati, S.Pd., menyampaikan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pembinaan siswa.

Menurut Dedi, madrasah tidak ingin pendekatan terhadap siswa hanya bersifat memberikan sanksi, tetapi lebih mengedepankan pembinaan, komunikasi, dan pendampingan agar siswa mampu memahami kesalahan serta memperbaiki perilakunya.

“Kami tidak ingin persoalan kenakalan remaja hanya dilihat dari sisi pelanggaran atau kesalahan siswa. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencari akar persoalannya, memberikan pendampingan, dan membantu mereka kembali ke arah yang lebih baik,” ujar Dedi.

Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter dan pembentukan akhlak merupakan tanggung jawab bersama antara madrasah dan keluarga. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara guru dan orang tua menjadi bagian penting dalam mendeteksi sekaligus mencegah munculnya perilaku negatif pada siswa.

Keputrian MTsN 7 Majalengka Jadi Ruang Tumbuh Siswi Bekal Ibadah, Karakter, dan Kesehatan Mental

“Madrasah membutuhkan dukungan orang tua. Ketika sekolah dan keluarga memiliki komunikasi yang baik, pembinaan terhadap anak akan jauh lebih efektif. Kami berharap orang tua tidak hanya hadir ketika muncul masalah, tetapi juga menjadi mitra madrasah dalam membimbing anak sejak dini,” tambahnya.

Dedi juga mengajak para orang tua untuk memberikan perhatian lebih terhadap pergaulan anak, penggunaan teknologi dan media sosial, serta aktivitas anak di luar lingkungan madrasah. Menurutnya, masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter sehingga membutuhkan pengawasan sekaligus pendekatan yang tepat.

Dalam pertemuan tersebut, pihak madrasah juga memberikan ruang kepada orang tua untuk menyampaikan kondisi, kendala, dan berbagai persoalan yang dihadapi dalam mendampingi anak. Dialog tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah pembinaan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Wakamad Kesiswaan Drs. Abd Aziz Hidayat, Wakamad Akademik Teddy Hermansyah, S.Pd., dan Pembina OSIS Dila Rahmawati, S.Pd., turut memberikan perhatian terhadap proses pembinaan siswa. Kolaborasi berbagai unsur madrasah tersebut menjadi bagian dari komitmen MTsN 7 Majalengka dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, disiplin, dan kondusif.

Peringati HAORNAS 2026, Ratusan Siswa MTsN 10 Majalengka Ikuti Senam Kebugaran Jasmani

Madrasah berharap pertemuan bersama orang tua ini tidak berhenti sebagai kegiatan formal, tetapi menjadi awal dari komunikasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan kerja sama yang kuat antara madrasah dan keluarga, siswa diharapkan mampu meninggalkan perilaku yang kurang baik, meningkatkan kedisiplinan, serta berkembang menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan berprestasi.

Kontributor: Suratman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *