Jatiwangi (KEMENAG) — Siswa Kelas XII Keterampilan Multimedia MAN 3 Majalengka tidak hanya belajar teori di ruang kelas. Mereka turun langsung ke Studio Journalthree untuk mempraktikkan proses printing dan laminating sebagai bagian dari pembelajaran produksi karya multimedia dua dimensi, Jumat (14/8/2026).
Pembelajaran berbasis praktik tersebut dirancang untuk memperkuat keterampilan teknis siswa sekaligus mengenalkan alur kerja produksi multimedia secara nyata. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mengolah desain hingga menghasilkan produk dua dimensi yang siap digunakan.
Kegiatan diawali dengan konsep moving class. Siswa berpindah dari ruang pembelajaran menuju Studio Journalthree yang digunakan sebagai ruang praktik. Di studio, siswa mendapatkan penjelasan mengenai fungsi peralatan, tahapan printing, pemilihan bahan, hingga teknik laminating.

Guru Keterampilan Multimedia MAN 3 Majalengka, Firman Saefatullah, M.Pd., mengatakan pembelajaran keterampilan harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami langsung proses produksi.
“Pembelajaran tidak cukup berhenti pada teori. Siswa perlu melihat, memegang, mencoba, dan menghasilkan produk secara langsung. Dari proses itu mereka dapat memahami bagaimana sebuah desain multimedia dua dimensi diproduksi hingga menjadi produk yang memiliki nilai guna,” ujar Firman.
Menurutnya, praktik printing dan laminating menjadi bagian penting dalam pembelajaran multimedia karena siswa tidak hanya dituntut mampu membuat desain, tetapi juga memahami tahap akhir produksi.
Dalam praktik tersebut, siswa belajar memperhatikan berbagai aspek, mulai dari ketepatan ukuran, kualitas hasil cetak, kerapian, hingga proses pelapisan agar produk lebih tahan digunakan. Kesalahan kecil dalam proses produksi menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki hasil karya berikutnya.

Salah seorang siswa Kelas XII A Keterampilan Multimedia, Agis Agriana Al Dzikri, mengaku senang mengikuti pembelajaran tersebut. Menurutnya, praktik langsung membuat materi yang sebelumnya dipelajari secara teori menjadi lebih mudah dipahami.
“Kalau praktik langsung, kita bisa mengetahui prosesnya dari awal sampai menjadi produk. Jadi, bukan hanya tahu teorinya, tetapi juga tahu cara menggunakan alat dan bagaimana menghasilkan karya yang rapi,” ungkap Agis.
Pembelajaran ini menjadi bagian dari upaya MAN 3 Majalengka memperkuat kompetensi siswa pada bidang Keterampilan Multimedia. Produk yang dihasilkan tidak berhenti sebagai tugas pembelajaran, tetapi diharapkan menjadi pengalaman awal bagi siswa untuk mengembangkan proyek kreatif yang lebih kompleks.
Melalui pendekatan learning by doing, siswa didorong untuk terbiasa bekerja secara teliti, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap hasil produksi. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja dan industri kreatif.
Dengan pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik, MAN 3 Majalengka terus membuka ruang bagi siswa untuk menghasilkan karya multimedia yang nyata, terukur, dan memiliki nilai guna.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar