Jatiwangi (Kemenag) — Di balik keberhasilan seorang peserta didik melangkah menuju perguruan tinggi, terdapat proses panjang yang tidak selalu terlihat. Ada ruang-ruang percakapan yang penuh pertimbangan, ada kegelisahan orang tua yang ingin memberikan pilihan terbaik bagi anaknya, dan ada sosok guru yang dengan sabar membantu menerjemahkan potensi menjadi arah kehidupan.
Peran itulah yang terus dijalankan oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 3 Majalengka. Lebih dari sekadar menyelesaikan persoalan peserta didik, guru BK hadir sebagai konsultan perkembangan yang mendampingi setiap proses tumbuh kembang siswa, baik dari sisi akademik, sosial, emosional, maupun perencanaan masa depan.
Salah satu bentuk layanan tersebut tampak dalam sesi konsultasi yang dilakukan Hana Fatma K., S.Sos.I., Guru BK MAN 3 Majalengka, bersama orang tua Riqia Azzahra, siswi kelas XII D. Rabu, (22/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang BK itu membahas berbagai alternatif pendidikan tinggi yang sesuai dengan kemampuan akademik, minat, bakat, serta cita-cita Rizqia.
Suasana konsultasi berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Berbagai pertanyaan mengenai pemilihan program studi, peluang masuk perguruan tinggi, hingga kesiapan mental peserta didik dibahas secara mendalam agar keputusan yang diambil benar-benar menjadi pilihan terbaik bagi masa depan.
Menyatukan Perspektif Madrasah dan Orang Tua
Bagi Hana Fatma, pendampingan kepada peserta didik tidak dapat dilakukan sendiri oleh madrasah. Kehadiran orang tua sebagai mitra pendidikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses tersebut.
“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Tugas kami bukan menentukan masa depannya, melainkan membantu peserta didik dan orang tua mengenali potensi itu agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan kemampuan, minat, dan cita-cita anak,” ujarnya.
Menurutnya, konsultasi seperti ini juga bertujuan menghindarkan peserta didik dari keputusan yang diambil hanya karena mengikuti tren, pengaruh lingkungan, atau keinginan sesaat. Sebaliknya, setiap pilihan pendidikan perlu dibangun di atas pemahaman yang utuh mengenai kapasitas diri dan peluang yang tersedia.
Dalam kesempatan tersebut, Hana turut memberikan gambaran mengenai berbagai jalur masuk perguruan tinggi, strategi mempersiapkan diri menghadapi seleksi, hingga pentingnya membangun motivasi belajar yang konsisten selama tahun terakhir di madrasah.
Guru BK sebagai Sahabat Perjalanan Pendidikan
Di MAN 3 Majalengka, layanan BK dipahami sebagai proses pendampingan yang berkelanjutan. Guru BK tidak hanya hadir ketika peserta didik menghadapi masalah, tetapi juga menjadi mitra diskusi dalam merancang masa depan.
Pendampingan dilakukan melalui observasi perkembangan peserta didik, konseling individu, layanan kelompok, koordinasi dengan wali kelas, komunikasi bersama orang tua, hingga konsultasi mengenai pendidikan lanjutan dan dunia kerja.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat pendidikan di madrasah yang memandang setiap peserta didik sebagai pribadi yang unik. Setiap anak memiliki jalan keberhasilannya masing-masing sehingga memerlukan pendampingan yang personal, bijaksana, dan penuh empati.
Ikhtiar Merencanakan, Tawakal Menjalani
Dalam pandangan Islam, merencanakan masa depan merupakan bagian dari ikhtiar yang dianjurkan. Namun, setiap rencana juga harus disertai tawakal kepada Allah SWT setelah segala usaha dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Karena itu, layanan konsultasi di ruang BK bukan semata-mata berbicara mengenai pilihan kampus atau jurusan, melainkan juga membangun keyakinan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai potensi yang Allah anugerahkan.
Orang tua, guru, dan peserta didik dipertemukan dalam satu tujuan yang sama, yakni mencari jalan terbaik yang membawa manfaat, keberkahan, serta kemaslahatan bagi masa depan.
Di tengah semakin banyaknya pilihan perguruan tinggi dan dinamika dunia kerja yang terus berubah, kehadiran guru BK menjadi penuntun yang membantu peserta didik mengambil keputusan secara lebih matang, rasional, dan bertanggung jawab.
Melalui layanan konsultasi yang terus dilakukan, MAN 3 Majalengka menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengantarkan peserta didik meraih prestasi akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu mengenali dirinya, merencanakan masa depannya, serta melangkah dengan penuh keyakinan dan nilai-nilai keislaman.
Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar mengantarkan seseorang memasuki perguruan tinggi, melainkan menuntunnya menemukan jalan hidup yang paling baik untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan sesama manusia.


Komentar