Jatiwangi (Kemenag) — Kepedulian terhadap lingkungan terus dibangun melalui kebiasaan sederhana di MTsN 2 Majalengka, Selasa (15/9/2026). Salah satunya terlihat dari komitmen siswa untuk tidak membuang botol plastik bekas sembarangan, melainkan mengumpulkannya dan memasukkannya ke dalam bank sampah plastik yang tersedia di lingkungan madrasah.
Kebiasaan tersebut mulai tumbuh dalam keseharian siswa. Setelah mengonsumsi air minum dalam kemasan, botol plastik bekas tidak lagi dibuang begitu saja, tetapi dikumpulkan dan dimasukkan ke bank sampah. Kebiasaan ini menjadi bagian dari upaya madrasah menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun kesadaran siswa untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.
Sebelumnya, siswa juga telah diarahkan untuk melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Pemilahan menjadi langkah awal agar sampah dapat dikelola dengan lebih baik sekaligus memudahkan proses pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.
Koordinator Tim Pengelola Sampah MTsN 2 Majalengka, Ade Yeni Sukmayanti, S.T., mengatakan pembiasaan memilah dan mengumpulkan sampah perlu dilakukan secara konsisten agar menjadi budaya di lingkungan madrasah. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada tim pengelola, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah.
“Harapannya kegiatan ini dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan dan dapat menghasilkan produk. Tentunya diperlukan dukungan dan kerja sama dari seluruh warga MTs. Program ini tidak hanya bisa berhasil oleh satu atau sekelompok orang, tetapi perlu adanya kerja sama dari seluruh warga MTs,” ujar Ade.
Melalui kebiasaan memasukkan botol plastik ke bank sampah, siswa secara tidak langsung belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Konsistensi tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan madrasah, tetapi juga membuka peluang agar sampah yang terkumpul dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bernilai guna.
Dengan demikian, bank sampah tidak sekadar menjadi tempat mengumpulkan botol plastik bekas, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk membangun karakter peduli lingkungan, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu melihat sampah sebagai sesuatu yang masih dapat dikelola dan dimanfaatkan.
Kontributor : Rika Gayatri


Komentar