Talaga (KEMENAG) — Ekstrakurikuler Pecinta Alam Madrasah Aliyah (Palamata) MAN 1 Majalengka menggelar kegiatan rock climbing (panjat tebing) sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan keberanian peserta didik. Kegiatan luar ruangan tersebut berlangsung di tebing Gunung Tilu, Desa Girimukti, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Minggu (9/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali sejak Sabtu siang usai waktu zuhur, di mana sebanyak 19 siswa-siswi anggota Palamata yang terdiri atas 10 siswa kelas XII dan 9 siswa kelas XI berangkat menuju lokasi pelaksanaan di Gunung Tilu. Setibanya di lokasi, para peserta mendapatkan pembekalan teknis keselamatan (safety briefing), dilanjutkan dengan simulasi dan pemanjatan tebing dengan pendampingan ketat dari pembina serta instruktur. Rombongan secara tertib menyelesaikan seluruh tahapan kegiatan dan kembali ke Talaga pada Minggu sore pukul 16.00 WIB.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis aktivitas di alam terbuka, sekaligus mengasah ketahanan fisik, ketangkasan, dan mentalitas pantang menyerah. Selain itu, dinamika kegiatan lapangan ini menuntut para peserta untuk terus saling menjaga, berkomunikasi dengan efektif, serta mengutamakan aspek keselamatan dan ketertiban bersama.
Pembina Ekstrakurikuler Palamata MAN 1 Majalengka, Ishar Irhandi, S.Pd., menegaskan pentingnya pembekalan karakter bagi para anggota pecinta alam di tingkat madrasah.
“Kegiatan rock climbing ini bukan sekadar aktivitas ketangkasan fisik di alam bebas, melainkan sarana efektif untuk melatih mental keberanian, kedisiplinan, serta kerja sama tim. Kami berharap para anggota Palamata belajar untuk saling percaya, bertanggung jawab, dan sigap membantu sesama dalam menghadapi setiap tantangan,” ujar Ishar.

Sementara itu, perwakilan peserta didik menyampaikan antusiasmenya atas pengalaman berharga yang didapatkan selama menjalani pemanjatan tebing.
“Latihan panjat tebing di Gunung Tilu ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami belajar melawan rasa takut, melatih fokus, dan menyadari betapa pentingnya kekompakan serta rasa saling peduli antar-anggota saat berada di lapangan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa-siswi MAN 1 Majalengka tidak hanya memperoleh keterampilan teknik kepecintaanalaman yang mumpuni, tetapi juga memiliki ketahanan karakter yang kuat untuk diterapkan dalam aktivitas keorganisasian maupun kehidupan sehari-hari. Sebagai tindak lanjut, Palamata MAN 1 Majalengka akan terus mengagendakan pembinaan kebencanaan dan pelestarian lingkungan secara berkala.
Semoga pelaksanaan pembinaan kesiswaan berbasis alam terbuka ini dapat membentuk generasi muda madrasah yang tangguh, berakhlak mulia, dan berjiwa sosial tinggi, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas siswa-siswi MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar