Berita Daerah

Belajar Wujud Zat Makin Asyik, Siswa MTsN 12 Majalengka Praktik Bikin Es Krim

Rajagaluh (KEMENAG) – Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tak melulu identik dengan hafalan rumus yang membosankan dan kaku. Pada Rabu (2/9/2026), ruang kelas Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka sukses disulap menjadi “dapur sains” yang penuh keceriaan. Para siswa yang tengah mengikuti jam pelajaran IPA diajak untuk memahami materi Perubahan Wujud Zat melalui praktik eksperimen langsung, yakni dengan meracik es krim menggunakan bahan-bahan sederhana.

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tersebut, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kolaboratif. Masing-masing kelompok bertugas menyiapkan alat dan bahan dasar yang sangat mudah dijumpai di lingkungan sekitar, seperti susu cair, es batu, kantong plastik kedap udara, serta garam kasar.

Proses pembuatan es krim tanpa mesin pembeku listrik ini menjadi media eksperimen yang sangat efektif. Para siswa diajak mengamati secara saksama fenomena perpindahan kalor dan penurunan titik beku es akibat penambahan garam kasar. Secara perlahan, proses tersebut menyerap panas dari susu cair hingga mengubah wujudnya dari benda cair menjadi benda padat. Gelak tawa dan semangat kerja sama terpancar jelas dari raut wajah para siswa saat mereka mengocok kantong es hingga susu tersebut membeku sempurna dan siap dinikmati bersama.

Inovasi metode pembelajaran yang sangat memikat ini diinisiasi oleh Neni Rohaeni, S.Pd., selaku guru pengampu mata pelajaran IPA. Ia menuturkan bahwa pendekatan kinetik dan praktik langsung jauh lebih membekas di memori siswa dibandingkan sekadar membaca teori dari buku teks.

“Sains itu sebenarnya sangat dekat dan ada di sekeliling kita. Melalui pembuatan es krim secara berkelompok ini, anak-anak tidak hanya belajar konsep fisika tentang perubahan wujud zat, tetapi juga melatih kemampuan motorik dan kekompakan tim. Saya sangat merekomendasikan agar anak-anak berani melakukan eksperimen sains sederhana lainnya di rumah menggunakan bahan-bahan yang ada. Jangan pernah takut gagal bereksperimen, karena dari sanalah nalar logis dan rasa ingin tahu kalian akan terus berkembang,” ungkap Neni memberikan apresiasi sekaligus suntikan motivasi.

Perkuat Pemahaman Aset Negara, Staf TU MTsN 11 Majalengka Ikuti BISIKAN

Eksplorasi pembelajaran yang memadukan teori sains akademis dan keceriaan praktik kuliner ini menjadi cerminan nyata dari dedikasi MTsN 12 Majalengka dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang adaptif. Melalui eksperimen sederhana di balik meja kelas, madrasah tak sekadar menjalankan kewajiban mentransfer ilmu, tetapi berhasil memantik percikan cinta sejati terhadap ilmu pengetahuan. Inilah langkah kecil yang bermakna besar dalam mencetak generasi saintis muda yang inovatif, berdaya saing, dan siap memecahkan tantangan masa depan dengan cara yang menyenangkan.

Kontributor: Mohammad Rega Permana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *