Berita Daerah
Beranda » Berita » Belajar Menyatu dengan Alam, Taman Ma’la Jadi Ruang Kelas Terbuka Siswa MAN 3 Majalengka

Belajar Menyatu dengan Alam, Taman Ma’la Jadi Ruang Kelas Terbuka Siswa MAN 3 Majalengka

Jatiwangi (KEMENAG) — Semilir angin yang berembus di bawah rindangnya pepohonan menjadi teman belajar siswa kelas XII MAN 3 Majalengka pada Jumat (24/7/2026). Pagi itu, suasana belajar tidak berlangsung di dalam ruang kelas, melainkan di Taman Ma’la, salah satu ruang terbuka hijau yang berada di lingkungan madrasah.

Langkah sederhana ini menjadi bagian dari upaya MAN 3 Majalengka menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Melalui pembelajaran luar kelas (outdoor learning), siswa diajak merasakan bahwa ilmu pengetahuan dapat dipelajari di mana saja, selama lingkungan tersebut mampu menghadirkan kenyamanan, inspirasi, dan semangat untuk belajar.

Taman Ma’la merupakan salah satu taman tematik yang dimiliki MAN 3 Majalengka. Bersama taman-taman lain yang menggunakan nama-nama surga, kawasan hijau ini tidak hanya mempercantik lingkungan madrasah, tetapi juga difungsikan sebagai ruang belajar alternatif yang mendukung terciptanya suasana akademik yang nyaman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, pembelajaran dipandu oleh Guru Mata Pelajaran Tata Boga, Sri Budiyanti, S.Pd. Ia memilih memindahkan proses belajar ke luar kelas agar peserta didik memperoleh suasana baru yang mampu meningkatkan konsentrasi sekaligus kreativitas.

Menurut Sri Budiyanti, lingkungan belajar memiliki pengaruh besar terhadap semangat siswa dalam menerima materi. Karena itu, guru perlu menghadirkan variasi metode pembelajaran agar peserta didik tetap antusias mengikuti setiap proses belajar.

Tingkatkan Tertib Administrasi, Operator KUA Sindangwangi Ikuti Sosialisasi PMA Nomor 12 Tahun 2026

“Belajar tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas. Ketika suasana berubah menjadi lebih terbuka dan nyaman, siswa biasanya lebih aktif berdiskusi, berani menyampaikan pendapat, dan lebih mudah memahami materi. Itulah yang ingin kami hadirkan melalui pembelajaran di Taman Ma’la,” ujar Sri.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti pengarahan materi, berdiskusi dalam kelompok, kemudian menyelesaikan tugas yang telah diberikan guru. Interaksi antara guru dan siswa berlangsung lebih cair. Sesekali terdengar canda ringan yang membuat suasana belajar terasa akrab tanpa mengurangi keseriusan dalam memahami materi.

Bagi para siswa, pengalaman belajar di ruang terbuka memberikan kesan yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas. Mereka merasa lebih rileks sehingga mampu mengikuti proses pembelajaran dengan lebih fokus.

Salah seorang siswa kelas XII, Fadlan Maulana Dzikry, mengaku suasana belajar di Taman Ma’la membuatnya lebih mudah berkonsentrasi.

“Belajarnya terasa lebih santai, tetapi tetap serius. Lingkungannya sejuk dan nyaman, jadi kami lebih semangat mengikuti pelajaran. Diskusi dengan teman-teman juga terasa lebih hidup,” kata Fadlan.

Plt Kepala KUA Cigasong Baru Awali Tugas dengan Perkenalan Bersama Pegawai

Pemanfaatan ruang terbuka sebagai media pembelajaran merupakan salah satu inovasi yang terus dikembangkan MAN 3 Majalengka. Madrasah memandang bahwa lingkungan sekolah bukan hanya menjadi pelengkap fasilitas, tetapi juga dapat berfungsi sebagai laboratorium belajar yang mendorong lahirnya kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian terhadap alam.

Melalui berbagai inovasi pembelajaran tersebut, MAN 3 Majalengka terus berupaya menciptakan proses pendidikan yang adaptif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.

Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang yang menumbuhkan karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap lingkungan sebagai bagian dari implementasi pendidikan yang holistik.

Kontributor : Firman Saefatullah

Kokurikuler MTsN 7 Majalengka Tanamkan Kepedulian Lingkungan melalui Gerakan Penghijauan di Depan Kelas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *