Rajagaluh (KEMENAG) — Mengawali aktivitas pembelajaran dengan nuansa religius, murid MAN 2 Majalengka melaksanakan kegiatan rutin tadarus Al-Qur’an dan salat duha di Masjid Nurul Ilmi MAN 2 Majalengka pada Selasa pagi (11/8/2026).
Kegiatan tersebut didampingi oleh guru keagamaan, Elis Linda Yunaningsih, M.Pd.I., dan Ade Holipah, S.Pd.I. Tadarus dan salat duha menjadi bagian dari pembiasaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin untuk menanamkan nilai-nilai spiritual sekaligus membentuk karakter murid dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama. Murid mengikuti kegiatan dengan tertib dan khusyuk, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat duha berjemaah.
Pendamping kegiatan, Elis menyampaikan bahwa pembiasaan tadarus dan salat duha diharapkan dapat menjadi bagian dari karakter positif murid, bukan sekadar kegiatan rutin di madrasah.
“Kami berharap kegiatan tadarus dan salat duha ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi dapat menumbuhkan kecintaan murid terhadap Al-Qur’an dan membiasakan mereka untuk mengawali aktivitas dengan ibadah. Semoga kebiasaan baik ini terus terbawa dalam kehidupan mereka, baik di madrasah maupun di lingkungan keluarga,” ungkap Elis.
Senada dengan hal tersebut, Ade menilai kegiatan keagamaan yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membangun kedisiplinan dan ketenangan murid sebelum mengikuti kegiatan pembelajaran.
“Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini menjadi momentum bagi murid untuk menenangkan hati dan mempersiapkan diri sebelum memulai pembelajaran. Kami terus mengingatkan agar murid mengikuti kegiatan dengan kesadaran dan keikhlasan sehingga nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ade.
Pelaksanaan tadarus dan salat duha di Masjid Nurul Ilmi menjadi salah satu bentuk komitmen MAN 2 Majalengka dalam memperkuat pendidikan karakter dan pembiasaan keagamaan. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, madrasah berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung perkembangan akademik, tetapi juga membentuk murid yang berakhlak dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai keagamaan.
Dengan pembiasaan tersebut, diharapkan setiap pagi menjadi kesempatan bagi murid untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., memperkuat karakter positif, serta mempersiapkan diri menjalani proses pembelajaran dengan semangat dan sikap yang lebih baik.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar