Berita Daerah

Asah Kemampuan Tata Bahasa Sunda, Murid XII.9 MAN 2 Majalengka Pelajari Perubahan Kecap Dasar dan Rarangken Barung

Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas XII.9 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Bahasa Sunda dengan materi memahami dan mengerjakan perubahan kata dasar (kecap asal) yang mendapat imbuhan gabung (rarangken barung). Kegiatan pembelajaran yang dibimbing oleh guru Bahasa Sunda, Reni Tania Nurmala, S.Pd., ini dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026).

Dalam bahasa Sunda, kecap asal merupakan kata dasar yang belum mengalami proses pembentukan kata melalui penambahan imbuhan. Sementara itu, rarangken barung adalah imbuhan yang terdiri atas awalan dan akhiran yang digunakan secara bersamaan pada kata dasar sehingga membentuk kata baru dengan makna atau fungsi tertentu.

Melalui materi ini, murid mempelajari proses perubahan bentuk kata, mengenali pola penambahan imbuhan, serta memahami perubahan makna yang terjadi setelah kata dasar mendapat rarangken barung. Pemahaman tersebut penting agar murid dapat menggunakan kata bentukan secara tepat dalam kalimat dan komunikasi sehari-hari.

Pembelajaran dilanjutkan dengan latihan mengerjakan contoh perubahan kata dasar menjadi kata berimbuhan. Murid berlatih mengidentifikasi kata dasar, menentukan imbuhan yang digunakan, dan memahami hasil pembentukannya. Kegiatan ini membantu murid memahami pola pembentukan kata dalam bahasa Sunda secara lebih sistematis.

Reni menjelaskan bahwa penguasaan materi rarangken barung merupakan bagian penting dalam memahami tata bahasa Sunda, terutama untuk meningkatkan ketepatan penggunaan kata dalam tulisan maupun percakapan.

Kasubag TU Ajak Pramuka MTsN 10 Majalengka Jaga Alam dan Bangun Karakter Positif

“Melalui materi ini, murid diharapkan tidak hanya menghafal bentuk imbuhan, tetapi juga memahami proses perubahan kata dasar dan makna yang dihasilkannya. Dengan begitu, mereka dapat menggunakan bahasa Sunda secara lebih tepat sesuai dengan kaidahnya,” jelas Reni.

Reni juga menekankan pentingnya latihan secara berkelanjutan agar murid semakin terampil mengenali dan menerapkan pola pembentukan kata.

“Latihan secara rutin sangat penting untuk memperkuat pemahaman murid. Saya berharap mereka mampu membedakan kata dasar dan kata yang telah mendapat rarangken barung, kemudian menggunakannya dengan benar dalam kalimat,” tambah Reni.

Melalui pembelajaran Bahasa Sunda ini, murid diharapkan semakin memahami struktur dan kaidah pembentukan kata serta meningkatkan keterampilan berbahasa Sunda secara lisan maupun tulisan. Penguasaan materi tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk melestarikan bahasa daerah agar tetap digunakan dengan baik dan sesuai dengan kaidah kebahasaan.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Perkuat Integritas Pengawas TKA-AN, Kemenag Majalengka Gelar Sosialisasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *