Rajagaluh (KEMENAG) — Suasana malam dalam rangkaian Pengukuhan Calon Penegak (PECAPA) Tahun 2026 MAN 2 Majalengka Ambalan Fatahillah–Cut Nyak Dien berlangsung khidmat dengan digelarnya upacara api unggun di Bumi Perkemahan Nambang Kamuning, Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan diawali dengan penyulutan api unggun oleh 10 panitia. Secara bergantian, masing-masing panitia membacakan Dasa Darma Pramuka sebelum api dinyalakan sebagai bagian dari prosesi upacara.
Nyala api yang menerangi suasana malam menjadi simbol semangat dan kebersamaan seluruh peserta PECAPA. Api unggun tidak hanya menjadi tradisi dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga memiliki makna yang dapat direfleksikan dalam kehidupan setiap pribadi.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) MAN 2 Majalengka, Ucup Yusuf, S.Pd.I., menyampaikan bahwa api unggun dapat dimaknai sebagai simbol penerang dalam kehidupan.
“Api unggun ini jangan hanya kita lihat sebagai api yang menerangi malam. Di dalamnya ada makna bahwa setiap diri kita harus mampu menjadi penerang, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain,” ujar Ucup.
Menurutnya, nyala api juga menggambarkan semangat yang harus terus dijaga. Semangat tersebut diperlukan agar para murid mampu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan dengan penuh keyakinan dan tidak mudah menyerah.
“Api yang menyala ini menjadi gambaran semangat. Sebesar apa pun tantangan yang dihadapi, jangan sampai semangat kita padam. Jadikan setiap proses yang dilalui sebagai pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih kuat,” tutur Ucup.
Ucup juga mengajak peserta untuk mengambil nilai positif dari seluruh rangkaian PECAPA. Menurutnya, pengalaman selama mengikuti kegiatan dapat menjadi bekal bagi murid dalam membangun karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta rasa tanggung jawab.
“Ambillah makna dari setiap kegiatan yang sudah dilalui. Kebersamaan, kedisiplinan, keberanian, dan tanggung jawab yang kita latih di sini harus terus dibawa setelah kembali ke madrasah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ucup.
Upacara api unggun menjadi salah satu momentum yang mempererat kebersamaan peserta PECAPA 2026. Di bawah cahaya api yang menyala, para murid tidak hanya menikmati suasana malam, tetapi juga diajak merenungkan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam setiap proses kegiatan.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu meninggalkan pengalaman positif bagi para murid kelas X sekaligus memperkuat semangat mereka untuk tumbuh menjadi Dewan Penegak yang memiliki karakter tangguh, mandiri, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar