JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 secara serentak nasional pada Kamis (21/5/2026). Prosesi sakral ini berpusat di Kantor Kementerian Agama Pusat, Jalan H. Rasuna Said, Jakarta, dan tersebar ke berbagai wilayah penempatan secara hybrid (kombinasi daring dan luring).
Dalam laporan kegiatannya, Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, M.A., menyampaikan bahwa dari total 110.553 formasi CASN 2024 yang didapat Kemenag—terdiri atas 20.772 CPNS dan 89.781 PPPK—sebanyak 16.138 orang resmi dilantik menjadi PNS pada hari ini.
“Peserta yang dilantik terdiri dari 8.025 pegawai laki-laki dan 8.113 pegawai wanita. Sebanyak 312 pegawai hadir secara luring di pusat, dan 15.826 pegawai terhubung secara daring,” ujar Kamaruddin.
Secara rinci, sebaran jabatan fungsional yang dilantik meliputi 6.152 calon guru, 1.370 calon dosen, 3.048 calon penghulu, 1.705 calon penyuluh, serta 3.863 jabatan fungsional lainnya. Kamaruddin menegaskan bahwa seluruh proses seleksi berjalan berbasis meritokrasi, transparan, objektif, serta bersih dari intervensi politik maupun praktik KKN sesuai UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.
BKN Ingatkan Tantangan Perubahan Dunia dan Formula “4K”
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., yang turut hadir memberikan sambutan, mengucapkan selamat kepada para pegawai baru yang kini menggenapkan jumlah total ASN Kemenag menjadi 355.000 pegawai. Angka ini menempatkan Kemenag sebagai instansi dengan jumlah ASN terbesar di Indonesia.
Dalam arahannya, Zudan meminta para PNS muda untuk cepat beradaptasi dengan perubahan zaman dan tidak terjebak pada masa lalu. Ia menitipkan formula 4K dalam bertindak sebagai aparatur negara:
- Kecepatan: Mengutamakan efisiensi dan respons cepat di era digital.
- Kemudahan Pelayanan: Memangkas birokrasi yang rumit demi menolong masyarakat.
- Kemanfaatan Kebijakan: Memastikan setiap program berdampak nyata bagi umat.
- Kebahagiaan: Mewujudkan kepuasan, baik bagi masyarakat maupun sesama ASN.
Selain itu, Zudan mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara performa saat ini (performance) dan investasi kapasitas diri untuk proyeksi masa depan, serta kedisiplinan mengelola waktu. “Tepat waktu itu bukan hebat, tepat waktu itu standar. Datanglah sebelum waktu untuk membangun kesiapan dan chemistry kerja,” tegasnya.
Pesan Menyentuh Menag: Berbakti pada Orang Tua dan Filosofi “ISTIQAMAH”
Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi memimpin sumpah jabatan kolektif tersebut. Dalam amanatnya, Menag menyampaikan pesan menyentuh agar para ASN yang baru dilantik tidak melupakan jasa dan doa kedua orang tua mereka sebagai kunci utama kesuksesan yang diraih hari ini.
Menag juga menekankan bahwa sebagai aparatur Kemenag, tuntutan moral yang dipikul jauh lebih berat dibandingkan instansi lain karena melekatnya kata “Agama”.
“Konsekuensinya, kita harus berani terbebani oleh kata agama itu. Bekerja di profesi kita dan beragama itu tidak ada liburnya. Ke mana pun Anda berada, simbol kebaikan agama harus tetap dijaga,” tutur Nasaruddin.
Selain nilai dasar ASN BerAKHLAK, Menag membekali para pegawai dengan prinsip hidup ISTIQAMAH yang dijabarkan secara filosofis:
- Ikhlas: Melangkah dari tingkat Mukhlish (berbuat baik demi rida Tuhan tapi masih bangga dipuji) menuju tingkat Mukhlash (merasa sedih atau malu jika kebaikannya diketahui dan dipuji orang lain).
- Sabar: Naik kelas dari sekadar menahan diri (Sabir) hingga mencapai tingkat tidak kecewa pada takdir (Ash-Shabur).
- Tawaduk: Menempatkan diri di posisi rendah agar tidak perlu jatuh.
- Ihsan: Selalu menampilkan kemanfaatan bagi banyak orang (khairunnas anfa’uhum linnas).
- Qanaah: Merasa cukup yang menjadi benteng kokoh dari ketamakan.
- Amanah: Menjaga kepercayaan yang berkelindan erat dengan iman dan rasa aman.
- Makruf & Akhlak: Menjadi teladan moral di tengah masyarakat.
- Hikmah: Mengambil keputusan bijak dengan menyelaraskan referensi akal dan batin.
Kanwil Kemenag Jabar Pasok Kekuatan Baru, Termasuk Formasi IKN
Secara terpisah dari lokasi Ballroom Hotel Apita Cirebon, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., melaporkan bahwa untuk wilayah Jawa Barat terdapat 1.942 pegawai yang diambil sumpahnya.
“Momen ini merupakan kehadiran kekuatan baru. Di Jawa Barat, pelantikan dilakukan kepada 1.925 CPNS lokal dan 17 CPNS formasi khusus Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengikuti pelantikan di titik lokasi kami sebelum nantinya diberangkatkan ke IKN,” jelas Dudu.
Suasana pelantikan di Cirebon sempat diwarnai momen hangat ketika Dudu Rohman memanggil salah satu perwakilan PNS asal KUA Sumberjaya, Majalengka, yang kebetulan berulang tahun tepat pada hari pelantikan tersebut, sebagai simbol dimulainya sejarah dan titik nol pengabdian mereka.
Menutup rangkaian acara, Dudu Rohman mengingatkan para PNS baru untuk memegang teguh sumpah jabatan, terutama dalam menjaga kerukunan umat, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga rahasia negara. Ia berharap energi muda ini membawa inovasi dan kreativitas baru yang profesional dan humanis di tempat tugas masing-masing.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar