Jatiwangi (KEMENAG) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Majalengka yang berlokasi di Jalan Kapur Selatan No. 09, Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, resmi menyelenggarakan Ujian Madrasah (UM) pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 17 siswa kelas akhir sebagai bagian dari evaluasi standar kompetensi kelulusan.
Hadir memantau langsung pelaksanaan ujian tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I. Dalam kunjungannya, ia memberikan apresiasi atas kesiapan sarana dan prasarana serta kedisiplinan peserta ujian.
Dalam arahannya, Ade Firmansyah menekankan pentingnya kejujuran sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan ujian. Ia berharap hasil dari UM ini tidak hanya sekadar angka di atas kertas, tetapi mencerminkan kualitas pendidikan madrasah yang sesungguhnya.
“Kami berharap melalui Ujian Madrasah ini, lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Semoga para siswa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjawab soal, sehingga hasil yang diraih dapat menjadi tiket menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan kualitas yang membanggakan,” tutur Ade.
Kepala MIN 1 Majalengka, Drs. H. Sutisna, M.Pd., menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang oleh pihak panitia untuk memastikan siswa dapat mengerjakan ujian dengan konsentrasi penuh.
“Alhamdulillah, pelaksanaan UM hari ini berjalan dengan sangat tertib dan lancar. Fokus utama kami dalam kegiatan ini adalah mengukur sejauh mana kemampuan siswa pada jenjang akhir setelah menempuh masa studi selama enam tahun,” ujar Sutisna.
Ia juga menambahkan bahwa hasil ujian ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tenaga pendidik dalam meningkatkan mutu pembelajaran di masa mendatang.
Senada dengan Kepala Madrasah, Panitia Pelaksana Rukmana,S.Pd.I mengungkapkan bahwa meskipun jumlah peserta tahun ini sebanyak 17 siswa, standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan tetap dijalankan secara ketat. Hal ini dilakukan demi menjaga validitas dan objektivitas penilaian terhadap kemampuan dasar para siswa.
Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana di lingkungan MIN 1 Majalengka tampak kondusif. Para siswa terlihat antusias dan khidmat dalam mengerjakan lembar ujian mereka. Tidak ditemukan kendala teknis yang berarti, sehingga jadwal yang telah disusun oleh panitia dapat terealisasi sesuai rencana.
Dengan terlaksananya UM ini, MIN 1 Majalengka optimis dapat meluluskan siswa-siswi yang kompeten dan siap bersaing di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar