Majalengka (KEMENAG) – Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, sebuah langkah signifikan untuk memajukan mutu pendidikan matematika resmi digulirkan pada Kamis, (16/4/2026). Acara ini menggabungkan dua agenda penting, yakni Pengukuhan Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika jenjang MTs Kabupaten Majalengka periode 2025–2028 serta Workshop Transformasi Pembelajaran di Era Digital.
Kegiatan yang bertajuk “Transformasi Pembelajaran di Era Digital Melalui Model dan Media Pembelajaran Interaktif bagi Guru Matematika MTs Kabupaten Majalengka” ini merupakan kolaborasi dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Program Studi S3 Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., didampingi Plt. Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad), H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I., serta JFU Seksi Penmad, H. Syarif Hidayatullah, M.Pd.. Turut hadir dari kalangan akademisi, Prof. Al Jupri, S.Pd., M.Sc., Ph.D. dan Prof. Dr. Jarnawi Afgani Dahlan, M.Kes. selaku Dosen Pembimbing dari UPI Bandung, beserta para mahasiswa S3 yang tengah melaksanakan PKM.

Dalam sambutan pembukaannya, Hj. Euis Damayanti memberikan pesan mendalam mengenai urgensi peningkatan profesionalisme guru di tengah perkembangan teknologi yang masif. Ia mengingatkan agar para guru tidak terlena dan harus proaktif dalam mengasah kemampuan.
“Hari ini ada AI, ada Gemini, ada ChatGPT, dan segala macamnya. Siswa itu ketika kita mengajarkan sesuatu dan mereka tidak paham, akan langsung mengetik di Google. Mereka sudah melangkah sampai ke mana, Bapak/Ibu masih saja mengajar definisi, masih saja mengajar pengertian. Anak akan bosan,” tegas Euis.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan tunjangan profesi untuk kemajuan intelektual.
“Jangan lupa, Bapak/Ibu ada belanja kompetensi di sana. Kalau tunjangan profesi guru dianggap sebagai penghargaan atas profesinya, betul. Tetapi saya mengingatkan, penghargaan itu pun ada bagiannya yang harus Bapak/Ibu gunakan untuk belanja kompetensi. Maksudnya belanja kompetensi ya untuk pelatihan semacam ini, atau beli laptop, atau beli buku,” tambahnya.

Momen sakral terjadi saat pengukuhan dan pelantikan pengurus MGMP Matematika MTs Kabupaten Majalengka periode 2025–2028. Kepengurusan ini resmi dinahkodai oleh Iyad Mulyadi, M.Pd. sebagai Ketua terpilih.
Dalam pernyataan resminya, Iyad Mulyadi menyatakan kesiapannya untuk membawa organisasi ini menjadi wadah pengembangan profesi yang lebih aktif.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar untuk membawa MGMP Matematika menjadi motor penggerak inovasi bagi guru-guru di Majalengka. Fokus utama kami dalam kepengurusan periode ini adalah memperkuat literasi digital melalui workshop semacam ini, agar setiap guru mampu menghadirkan media pembelajaran interaktif yang disenangi siswa. Kami berkomitmen untuk menyusun program kerja yang berkelanjutan, tidak hanya berhenti di pelantikan ini,” ujar Iyad Mulyadi.

Selepas rangkaian sambutan dan prosesi pelantikan, acara diakhiri dengan sesi penyerahan plakat sebagai tanda terima kasih dan simbol kerja sama yang erat antara Universitas Pendidikan Indonesia dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Plakat tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan UPI kepada Kepala Kantor Kemenag Hj. Euis Damayanti.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi workshop teknis yang dipandu oleh tim ahli dari UPI, guna membekali para pengurus dan anggota MGMP dengan strategi pembelajaran matematika yang inovatif di era digital.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar