Majalengka (KEMENAG)– Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Majalengka menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal Idul Fitri 1447 H bertempat di Gedung Serbaguna Masjid Agung Al Imam Majalengka, Sabtu (11/04/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi para pengurus untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan konsistensi dalam memakmurkan masjid di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Daerah DMI Kabupaten Majalengka serta masing-masing tiga orang perwakilan Pimpinan Cabang (PC) DMI dari tiap kecamatan. Turut hadir Kepala Seksi Bimas Islam, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., yang hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, serta Ketua PD DMI Kabupaten Majalengka, Drs. H. Abdul Gani, M.Si.
H. Fikri Amiruddin, S.Ag., selaku panitia penyelenggara dalam laporannya menyampaikan bahwa Halalbihalal ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk meleburkan kesalahan antar-sesama pengurus setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan masjid sebagai bagian dari iman.
Ketua PD DMI Kabupaten Majalengka, Drs. H. Abdul Gani, M.Si., dalam sambutannya mengapresiasi loyalitas para pengurus kecamatan yang tetap istiqamah menjalankan program meski dengan keterbatasan anggaran.
“DMI Kabupaten Majalengka saat ini berjalan dengan kekuatan sendiri. Amanah kita adalah bagaimana menyemarakkan dan memakmurkan masjid melalui tiga pilar: Idarah (manajemen), Imarah (kegiatan memakmurkan), dan Riayah (pemeliharaan fisik),” tegas Abdul Gani.

Ia juga mendorong para pengurus PC untuk segera membentuk kepengurusan di tingkat ranting (desa/kelurahan) agar jejaring memakmurkan masjid semakin meluas hingga ke akar rumput.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Majalengka, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., menyoroti peran strategis para penyuluh agama yang mendominasi kepengurusan DMI. Ia memberikan apresiasi atas keberhasilan program ‘Posko Masjid Ramah Pemudik’ di mana Jawa Barat, termasuk Majalengka, menjadi yang teraktif secara nasional.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah ritual, tapi juga pusat pemberdayaan dan persatuan umat. Kami di Kementerian Agama akan terus bersinergi dengan DMI untuk memastikan masjid-masjid di Majalengka dikelola secara profesional dan makmur,” ujar Sofyan.
Acara puncak diisi dengan Tausiyah Idul Fitri oleh Mamah Salamah, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Panyingkiran. Dalam paparannya yang bertajuk “Hakikat Puasa dan Kemenangan Akhlak,” ia mengingatkan bahwa Idul Fitri adalah simbol kemenangan melawan hawa nafsu.

“Syawal berarti peningkatan. Jangan sampai setelah Ramadan usai, semangat ibadah kita justru menurun. Pengurus DMI dan DKM harus menjadi teladan (uswah) dalam meramaikan masjid, jangan sampai masjid megah tapi kosong dari jemaah,” pesan Mamah Salamah. Ia juga menekankan bahwa kemuliaan seorang Muslim tidak dilihat dari harta atau rupa, melainkan dari hati dan amal perbuatannya.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama dan sesi ramah tamah antarseluruh peserta yang hadir sebagai simbol penguatan persaudaraan umat di bulan Syawal. Selain itu, diserahterimakan juga alat kebersihan untuk masjid kepada perwakilan DMI setiap Kecamatan.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar