Majalengka (KEMENAG)- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka menyelenggarakan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Satu Tahunan bagi 12 Madrasah Negeri, Selasa (13/10/2026), di Aula Kemenag Majalengka. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengevaluasi kinerja kepala madrasah sekaligus memperkuat tata kelola pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran dan prestasi peserta didik.
Kegiatan tersebut menindaklanjuti surat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Nomor B/2051/Kw.10/II/PP/09/2026 perihal Jadwal Pelaksanaan PKKM Satu Tahunan Tahun 2026. Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., Ketua Tim Tenaga Kependidikan berserta staf Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Awal Teguh Santosa S.AP. M.M., H. Maulana Yusuf Ahmad S.Kom, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I., ketua Pokjawas, Drs. H. Yudi Jaenudin, M.Pd. dan pengawas madrasah.
Kepala madrasah, kepala urusan tata usaha, dan wakil kepala madrasah bidang kurikulum dari 12 madrasah negeri hadir untuk mengikuti proses penilaian dan mendapatkan arahan terkait penguatan kinerja satuan pendidikan.
Dua belas madrasah yang mengikuti kegiatan tersebut meliputi MAN 2 Majalengka, MAN 3 Majalengka, MTsN 1 Majalengka, MTsN 2 Majalengka, MTsN 3 Majalengka, MTsN 4 Majalengka, MTsN 6 Majalengka, MTsN 7 Majalengka, MTsN 12 Majalengka, MTsN 13 Majalengka, MTsN 15 Majalengka, dan MIN 5 Majalengka.
Pada kegiatan tersebut, H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa PKKM menyediakan bahan pertimbangan bagi pembinaan dan pengambilan keputusan terkait penugasan maupun pengembangan karier kepala madrasah.

“PKKM menjadi sarana untuk menghimpun informasi mengenai kinerja kepala madrasah, memetakan kebutuhan pengembangan kompetensi, serta menyediakan bahan pertimbangan bagi pembinaan dan pengambilan keputusan terkait penugasan maupun pengembangan karier kepala madrasah.” ungkapnya
Melalui penilaian tersebut, kinerja kepala madrasah diharapkan dapat diukur secara objektif dan menjadi dasar perbaikan pengelolaan lembaga. Penilaian juga diarahkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kepemimpinan, sehingga kebijakan dan program madrasah semakin mendukung kualitas proses belajar mengajar.
Dalam kegiatan tersebut, H. Awal Teguh Santosa S.AP. M.M menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas madrasah. Menurutnya, kemajuan pendidikan madrasah memerlukan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pimpinan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga pemangku kepentingan lainnya.
“Tolong bangun kerja sama atau teamwork,” pesannya kepada para peserta.
Katim Tendik juga mendorong madrasah di Kabupaten Majalengka untuk terus mengembangkan potensi peserta didik dan menampilkan berbagai prestasi yang telah diraih. Potensi tersebut perlu didukung melalui lingkungan pendidikan yang kondusif, pengelolaan yang baik, serta kolaborasi yang berkelanjutan.
“Yuk, mari kita sama-sama berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas madrasah dan siswa,” ajaknya.
Selain penguatan kerja sama, Awal mengingatkan pentingnya optimalisasi layanan dan pemanfaatan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan publikasi madrasah. Website dan media sosial dapat digunakan untuk memperkenalkan program, kegiatan, inovasi, serta prestasi peserta didik kepada masyarakat luas.
Menurutnya, madrasah perlu membangun jejaring komunikasi dan publikasi yang baik agar berbagai capaian pendidikan tidak hanya diketahui oleh lingkungan internal, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat. Pemanfaatan media digital secara tepat diharapkan turut memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan madrasah.
Selanjutnya, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., dalam sambutannya menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pengawas madrasah dan tenaga kependidikan. Euis berharap penguatan kapasitas pengawas dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui pelatihan tatap muka yang dapat menunjang pelaksanaan tugas kepengawasan secara lebih optimal.

“Saya ingin ada pelatihan luring terkait kepengawasan madrasah,” ungkapnya.
Euis juga mengingatkan bahwa penilaian kinerja kepala madrasah tidak boleh berhenti pada pemenuhan administrasi atau penilaian terhadap pelaksanaan tugas semata. Seluruh proses pembinaan dan evaluasi pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan serta prestasi peserta didik.
“Kegiatan hari ini adalah semacam pembinaan terhadap PKKM. Jadilah yang pertama untuk segala hal yang baik, dan beritakan,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menekankan pentingnya budaya kerja yang responsif dan terbuka terhadap perubahan. Kepala madrasah perlu mampu mengenali potensi lembaga, mendorong lahirnya inovasi, serta memberikan ruang bagi guru dan peserta didik untuk berkembang. Praktik baik yang dihasilkan juga perlu dipublikasikan agar manfaatnya dapat diketahui dan menginspirasi madrasah lain.
Lebih lanjut, Euis mengajak para kepala madrasah membangun tim kerja yang solid dan saling mendukung. Kepemimpinan, menurutnya, bukan hanya soal memberikan arahan, melainkan juga kesediaan mendengarkan kebutuhan, keluhan, dan masukan dari warga madrasah.
“Jangan hanya selalu memerintah, tetapi dengarkan juga keluhan guru dan siswa.” pesannya.
Diakhir sambutannya, Euis menyampaikan keterbukaannya untuk berdiskusi dengan para kepala madrasah mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan lembaga. Komunikasi yang baik antara madrasah dan Kantor Kementerian Agama diharapkan dapat membantu menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Melalui PKKM Satu Tahunan, Kemenag Majalengka mendorong kepala madrasah untuk menjadikan hasil penilaian sebagai bahan refleksi dan pijakan dalam menyusun langkah perbaikan. Penguatan kompetensi, kepemimpinan kolaboratif, tata kelola yang efektif, serta publikasi prestasi menjadi bagian penting dari upaya membangun madrasah yang semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kontributor: D.Win


Komentar