Talaga (KEMENAG) — Siswa-siswi kelas XII 2 antusias mengikuti proses pembelajaran mata pelajaran Fikih yang diselingi dengan kegiatan ice breaking di ruang kelas pada Selasa (8/9/2026). Sesi penyegaran tersebut dihadirkan untuk mengembalikan fokus serta semangat belajar siswa di tengah padatnya materi pembelajaran.
Kegiatan diawali pada pukul 07.00 WIB dengan pembiasaan karakter berupa tadarus Al-Qur’an dan pembacaan Asmaul Husna bersama. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi utama mengenai Sumber Hukum Islam yang dibawakan oleh Guru Mata Pelajaran Fikih, Wawan Abdul Gani, M.Ag. Usai sesi presentasi kelompok yang cukup menguras energi, suasana kelas kembali dicairkan melalui sesi ice breaking yang dipandu oleh salah satu siswa, Hanif.
Wawan Abdul Gani menjelaskan bahwa metode selingan ini terbukti efektif dalam menjaga iklim belajar tetap kondusif dan interaktif.
“Sesi ice breaking sangat diperlukan di tengah jeda pembelajaran untuk mengembalikan konsentrasi, membuang kejenuhan, dan membakar kembali semangat belajar siswa-siswi,” ujar Wawan.
Hal senada disampaikan oleh Hanif, siswa kelas XII 2 yang juga aktif sebagai anggota Paskibra. Ia merasa senang dapat memandu rekan-rekannya untuk bergerak sejenak.
“Di antara jeda aktivitas yang padat, ice breaking sangat berguna untuk memberikan motivasi dan energi baru agar kami bisa kembali fokus menyerap materi,” tutur Hanif.
Melalui penerapan metode pembelajaran yang adaptif dan menyenangkan ini, diharapkan proses belajar mengajar di MAN 1 Majalengka terus mengalami peningkatan kualitas. Langkah inovatif para pendidik ini diharapkan dapat memicu semangat peserta didik, yang pada akhirnya berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan Madrasah secara berkelanjutan.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar