Majalengka (KEMENAG) — Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag. menegaskan bahwa kesadaran nasional harus diwujudkan dalam sikap nyata, termasuk melalui integritas, kedisiplinan, profesionalitas, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Heru saat menjadi pembina Apel Kesadaran Nasional di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Kamis (17/9/2026).
“Kesadaran nasional merupakan sikap mental yang tumbuh dari dalam diri setiap individu untuk melakukan hal-hal yang dapat memajukan kepentingan nasional. Karena itu, kepentingan bangsa dan negara harus mampu kita tempatkan sebagai kepentingan bersama yang harus didahulukan,” ujar Heru.

Apel dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., Kasi Pendidikan Madrasah H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I., Kasi Bimas Islam H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., Kasi PAI Dr. Drs. H. Faisal, M.Pd., Kasi PD Pontren Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., serta Penyelenggara Zakat Wakaf H. Taupik Hidayat, S.H.I., MA.Hk.
Turut mengikuti apel seluruh ASN Kemenag Majalengka, pegawai BPJPH, pegawai KUA Majalengka, serta unsur madrasah di Kabupaten Majalengka.
Dalam amanatnya, Heru mengajak seluruh peserta melihat kembali perjalanan sejarah bangsa. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari tumbuhnya kesadaran sebagai satu bangsa yang memiliki cita-cita dan kepentingan bersama.
“Kalau kita melihat sejarah, dengan kesadaran nasional itulah bukan hanya Indonesia, tetapi berbagai bangsa di dunia mampu membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Kesadaran bahwa kita memiliki cita-cita dan kepentingan bersama menjadi kekuatan besar dalam membangun pergerakan,” tuturnya.

Heru kemudian mengulas masa Politik Etis pemerintah kolonial Belanda yang dikenal melalui tiga program utama, yakni irigasi, edukasi, dan migrasi. Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut secara tidak langsung ikut membuka ruang bagi tumbuhnya kesadaran kebangsaan di tengah masyarakat.
Ia menilai pendidikan memiliki peranan yang sangat penting karena mampu membuka wawasan masyarakat serta membangun kesadaran bahwa penduduk dari berbagai wilayah merupakan bagian dari satu tanah air dan satu bangsa.
“Khusus melalui pendidikan atau edukasi, masyarakat dari Sabang sampai Merauke secara bertahap tumbuh kesadarannya bahwa mereka memiliki tanah air yang sama. Dari kesadaran itulah kemudian muncul berbagai gerakan perjuangan melawan penjajahan hingga akhirnya bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945,” jelasnya.

Menurut Heru, nilai-nilai tersebut tetap relevan dalam kehidupan berbangsa saat ini. Bagi ASN, semangat kebangsaan dapat ditunjukkan melalui kesungguhan dalam melaksanakan tugas, menjaga tanggung jawab, serta memberikan pelayanan publik secara profesional.
“Apel Kesadaran Nasional harus kita maknai sebagai momentum untuk memperkuat kembali komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Sebagai ASN, bentuk kecintaan kepada bangsa dapat kita tunjukkan melalui integritas, kedisiplinan, profesionalitas, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap Apel Kesadaran Nasional tidak hanya menjadi kegiatan rutin setiap bulan, tetapi mampu menjadi sarana refleksi bagi seluruh ASN untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan meningkatkan kualitas pengabdian.
Melalui kesadaran tersebut, ASN Kementerian Agama diharapkan dapat menjalankan tugas secara bertanggung jawab sekaligus menghadirkan pelayanan yang semakin baik dan berdampak bagi masyarakat.
Kontributor: Endang Mu’min


Komentar