Berita Daerah

Lestarikan Budaya Lokal, Guru MTsN 3 Majalengka Kemas Pembelajaran Bahasa Sunda Lewat Permainan Daerah

Ligung (Kemenag) — Guru mata pelajaran Bahasa Daerah MTsN 3 Majalengka mengemas proses pembelajaran Bahasa Sunda dengan mempraktikkan permainan tradisional daerah di ruang kelas 7J pada Selasa (15/9/2026). Metode pembelajaran interaktif ini dihadirkan untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya lokal kepada para siswa di wilayah akulturasi bahasa.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah pemahaman bahasa daerah, menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan lokal, serta membangun kebersamaan di antara peserta didik dari beragam latar belakang bahasa. Melalui pendekatan berbasis permainan (kaulinan barudak), para siswa diharapkan dapat mempelajari Bahasa Sunda secara menyenangkan tanpa merasa asing.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pendahuluan pembelajaran dan pengondisian siswa di dalam kelas. Memasuki kegiatan inti, pengajar memberikan pemaparan materi mengenai konsep kaulinan barudak, seperti boy-boyanengklek, dan hahayaman. Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung permainan oray-orayan. Meskipun sebagian peserta didik bukan penutur asli Bahasa Sunda melainkan penutur Bahasa Jawa, seluruh siswa kelas 7J tampak sangat antusias, gembira, dan kompak saat mempraktikkan permainan tersebut bersama-sama.

Di sela-sela kegiatan, Guru Mata Pelajaran Bahasa Daerah MTsN 3 Majalengka, Rahayu Mahallani, S.Hum., menjelaskan bahwa metode ini efektif menjembatani perbedaan latar belakang kebahasaan siswa di wilayah akulturasi.

“Mengingat peserta didik kita berasal dari latar belakang budaya yang beragam, pendekatan permainan tradisional menjadi media yang sangat ampuh. Anak-anak tidak hanya belajar kosakata Bahasa Sunda, tetapi juga meresapi nilai gotong royong dan keceriaan yang terkandung di dalamnya,” ujar Rahayu Mahallani.

Limbah Koran Jadi Peta Indonesia Kreatifitas Siswa pada Mata Pelajaran IPS

Menanggapi inovasi tersebut, Kepala MTsN 3 Majalengka, Dr. H. Dede Sofyan Hadi, M.Ag., menyampaikan apresiasi tinggi atas ikhtiar merawat kearifan lokal di lingkungan madrasah.

“Kami sangat mendukung pembelajaran kreatif yang mengakar pada budaya bangsa. Ini merupakan langkah nyata madrasah dalam menjaga identitas budaya Sunda agar tetap lestari dan dicintai oleh generasi muda,” tegas Dede Sofyan Hadi.

Sebagai langkah tindak lanjut, pihak madrasah akan mendorong pengintegrasian materi kearifan lokal dalam kegiatan ragam ekstrakurikuler serta ajang pentas seni budaya madrasah secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan ini, diharapkan para siswa dapat terus melestarikan budaya dan bahasa daerah, sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatkan kualitas pendidikan karakter di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.

Kontributor: Putri Siti Reykhani

Kemensos Melaksanakan Verifikasi Komitmen KPM PKH Tahun 2026 di MTsN 14 Majalengka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *