Jatiwangi (KEMENAG) — Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka mematangkan persiapan untuk menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 dengan menjadikan Matematika Terintegrasi sebagai salah satu cabang yang ditargetkan meraih prestasi. Pembinaan intensif berlangsung di lingkungan MAN 3 Majalengka, Senin (7/9/2026).
Persiapan tersebut dilakukan melalui pemetaan kemampuan siswa, pendalaman materi, pembahasan kisi-kisi soal, hingga simulasi penyelesaian soal berbasis komputer. Pola pembinaan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis sekaligus membiasakan peserta menghadapi soal dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
OMI merupakan ajang kompetisi sains terintegrasi dan riset bagi peserta didik madrasah yang diselenggarakan secara berjenjang oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Kompetisi tersebut menjadi salah satu ruang bagi madrasah untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi akademik peserta didik.
Pembimbing Olimpiade Matematika MAN 3 Majalengka, Eno Rohati, S.Pd., mengatakan bahwa kontingen matematika memiliki potensi untuk bersaing dalam OMI 2026. Karena itu, pembinaan dilakukan secara lebih terarah dengan menitikberatkan pada penguasaan konsep dan strategi penyelesaian soal.
“Kami fokus memberikan pendampingan materi secara mendalam dan strategi penyelesaian soal secara cepat yang terintegrasi dengan konteks keislaman. Matematika kami proyeksikan menjadi salah satu mata pelajaran unggulan MAN 3 Majalengka di OMI 2026,” ujar Eno.
Menurut Eno, tantangan dalam Matematika Terintegrasi tidak hanya terletak pada kemampuan menghitung, tetapi juga pada kemampuan peserta memahami persoalan, menganalisis informasi, menentukan strategi, dan mengambil keputusan secara tepat.
Karena itu, proses pembinaan tidak berhenti pada penyampaian materi. Para siswa juga diberikan latihan soal secara bertahap dan simulasi berbasis Computer-Based Test (CBT) untuk membiasakan mereka menghadapi pola kompetisi yang sebenarnya.
Pihak madrasah juga menyiapkan evaluasi berkala dan try out mandiri sebagai bagian dari pemantapan sebelum menghadapi tahapan seleksi berikutnya. Hasil evaluasi akan digunakan untuk memetakan kembali kemampuan peserta sekaligus menentukan materi yang masih perlu diperkuat.
Target pembinaan tidak hanya berhenti pada tingkat kabupaten. MAN 3 Majalengka berharap siswa yang memiliki capaian terbaik dapat melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Jawa Barat hingga jenjang berikutnya.
Keseriusan tersebut menjadi bagian dari upaya MAN 3 Majalengka dalam memperluas ruang prestasi akademik bagi peserta didik. Melalui pembinaan yang terstruktur, madrasah berharap lahir siswa yang tidak hanya menguasai konsep matematika, tetapi juga mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan bersaing dalam kompetisi akademik di berbagai tingkatan.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar