Jatitujuh (KEMENAG) — MTsN 7 Majalengka terus memperkuat pembinaan keagamaan peserta didik melalui kegiatan keputrian yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Salah satu materi yang diberikan kali ini adalah pentingnya memahami bacaan salat sebagai upaya meningkatkan kekhusyukan sekaligus kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pembinaan keputrian tersebut berlangsung di Aula MTsN 7 Majalengka, Senin (14/9/2026), mulai pukul 12.30 WIB setelah pelaksanaan salat Zuhur. Kegiatan diikuti oleh para peserta didik perempuan dan dibina oleh Hj. Aah Kanaah, S.Pd.I., dengan narasumber Dedi Priatna.
Dalam penyampaiannya, Dedi Priatna menegaskan bahwa salat bukan sekadar kewajiban yang dilaksanakan melalui rangkaian gerakan dan hafalan bacaan. Lebih dari itu, salat merupakan ibadah utama yang semestinya dihayati makna dan pesan yang terkandung di dalam setiap bacaannya.
Ia mengajak para peserta didik untuk menjadikan salat sebagai bagian penting dalam membangun kualitas diri. Menurutnya, peningkatan kualitas ibadah akan memberikan pengaruh positif terhadap sikap, kedisiplinan, dan kehidupan seorang muslim.
“Tingkatkan salatmu, maka kehidupanmu akan meningkat,” ungkap Dedi Priatna.
Lebih lanjut, ia menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas salat. Pertama, membiasakan diri melaksanakan salat tepat pada awal waktu sebagai bentuk kedisiplinan dan ketaatan kepada Allah SWT. Kedua, mengupayakan salat secara berjamaah untuk membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan keutamaan ibadah.
Ketiga, memahami arti dan kandungan bacaan salat. Pemahaman tersebut dinilai penting agar peserta didik tidak hanya mampu menghafal bacaan, tetapi juga mengetahui makna yang diucapkan ketika sedang menghadap Allah SWT. Dengan demikian, diharapkan tumbuh kesadaran dan kekhusyukan dalam melaksanakan setiap rangkaian salat.
Keempat, meningkatkan kualitas ibadah dengan membiasakan melaksanakan salat-salat sunah. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter religius dan kecintaan peserta didik terhadap ibadah.
Dedi juga menekankan bahwa memahami bacaan salat dapat membantu seseorang menghadirkan kesadaran dalam beribadah. Setiap bacaan memiliki makna dan pesan yang dapat menjadi pengingat bagi seorang muslim untuk senantiasa memperbaiki diri dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pembinaan berlangsung secara interaktif. Para siswi mengikuti materi dengan antusias dan mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai salat, mulai dari pentingnya ketepatan waktu, pelaksanaan secara berjamaah, pemahaman bacaan, hingga pembiasaan ibadah sunah.
Pembinaan keputrian tersebut diharapkan tidak hanya memberikan tambahan wawasan keislaman, tetapi juga mampu membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan peserta didik. Pemahaman agama yang diperoleh di madrasah diharapkan dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, madrasah, maupun masyarakat.
Melalui kegiatan keputrian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, MTsN 7 Majalengka berkomitmen membekali peserta didik dengan pengetahuan keagamaan yang aplikatif sekaligus menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Dengan demikian, para siswi diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor: Suratman


Komentar