Berita Daerah

Petik Filosofi Lebah Madu, Pembina Upacara MTsN 7 Majalengka Ajak Siswa Bangun Karakter dan Kerja Sama

Jatitujuh (KEMENAG) — MTsN 7 Majalengka kembali melaksanakan upacara bendera pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan khidmat tersebut mengangkat tema “Filosofi Lebah Madu” dalam amanat pembina upacara yang disampaikan oleh Tatang Suryana, S.Pd.

Upacara diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan MTsN 7 Majalengka. Sementara itu, siswa kelas 9C dipercaya menjadi petugas upacara dan menjalankan setiap rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab.

Dalam amanatnya, Tatang Suryana menyampaikan bahwa lebah madu dapat menjadi sumber inspirasi bagi manusia, khususnya bagi para siswa dalam membangun karakter positif di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, lebah merupakan makhluk yang dikenal memiliki kehidupan sosial yang teratur, bekerja sama, disiplin, serta memberikan manfaat bagi lingkungan. Nilai-nilai tersebut, kata Tatang, dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan di madrasah.

“Lebah mengajarkan kita tentang kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, dan memberikan manfaat. Tidak ada lebah yang bekerja hanya untuk dirinya sendiri. Mereka bekerja bersama dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, yaitu madu. Begitu pula kita sebagai warga madrasah, harus mampu bekerja sama, saling membantu, disiplin, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Tatang Suryana.

Ia juga mengajak para siswa untuk meneladani filosofi lebah dalam menjaga sikap dan perilaku. Menurutnya, seorang siswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Hadiri HAORNAS XLIII, Kakan Kemenag Majalengka: Olahraga Investasi Membangun Generasi Sehat dan Berkarakter

Tatang menekankan bahwa setiap siswa memiliki peran penting dalam menciptakan suasana madrasah yang nyaman, tertib, dan positif. Sikap sederhana seperti menjaga kebersihan, menghormati guru, menghargai teman, menaati tata tertib, serta bersungguh-sungguh dalam belajar merupakan bagian dari karakter yang harus terus dibangun.

“Jadilah seperti lebah yang selalu mencari kebaikan, bekerja dengan sungguh-sungguh, hidup tertib, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Jangan menjadi pribadi yang hanya memikirkan diri sendiri. Jadilah siswa yang kehadirannya membawa kebaikan bagi teman, guru, keluarga, dan madrasah,” pesannya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan proses, kedisiplinan, kerja keras, dan konsistensi. Filosofi lebah diharapkan dapat menjadi pengingat bagi siswa bahwa setiap kebaikan yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan akan menghasilkan sesuatu yang bernilai.

Melalui amanat tersebut, upacara bendera tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi juga menjadi momentum pembinaan karakter bagi seluruh peserta didik. Pesan tentang filosofi lebah madu diharapkan dapat menumbuhkan semangat siswa untuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, berakhlak mulia, mampu bekerja sama, dan senantiasa memberikan manfaat.

Perkuat Sinergi Kelembagaan, Kepala MTsN 3 Majalengka Hadiri Apel Gabungan Kemenag Majalengka

Kegiatan upacara berlangsung tertib hingga selesai. Para petugas dari kelas 9C menunjukkan kesiapan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas, sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan dan kedisiplinan bagi peserta didik.

Kontributor: Suratman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *