Talaga (KEMENAG) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Kali ini, peserta didik kelas XII.2 memanfaatkan fasilitas SmartBoard TV di perpustakaan madrasah untuk mengikuti pembelajaran mata pelajaran Sejarah secara interaktif dan berbasis teknologi, Kamis (6/8/2026).
Langkah tersebut diambil untuk memberikan suasana belajar yang baru dan dinamis di luar kelas reguler, sekaligus mengoptimalkan sarana teknologi modern yang dimiliki perpustakaan madrasah.
Dalam kegiatan pembelajaran Fase F tersebut, para siswa mendalami materi perjuangan fisik bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, dengan fokus pembahasan pada peristiwa bersejarah Puputan Margarana. Materi disajikan secara visual melalui SmartBoard TV, sehingga ilustrasi, tokoh-tokoh sejarah, hingga kronologi peristiwa dapat teramati dengan jelas oleh seluruh peserta didik.
Pembelajaran berlangsung aktif dan partisipatif melalui kombinasi metode presentasi kelompok, pemaparan narasumber, sesi tanya jawab, serta diskusi interaktif.

Guru Sejarah MAN 1 Majalengka, Siti Rohmah, S.Hum., menyampaikan bahwa penggunaan media digital ini dikolaborasikan dengan penguatan karakter peserta didik melalui nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.
“Pembelajaran ini tidak sekadar mentransfer pengetahuan faktual dan kronologi sejarah semata, tetapi juga mengintegrasikan nilai kecintaan pada bangsa dan tanah air. Melalui kisah perjuangan Puputan Margarana, kami ingin menanamkan jiwa keberanian, pengorbanan, persatuan, serta rasa hormat yang mendalam atas jasa para pahlawan,” ujar Siti Rohmah di sela-sela kegiatan.
Pemanfaatan ruang perpustakaan sebagai wadah pembelajaran digital ini terbukti menciptakan suasana belajar yang lebih variatif, menyenangkan, dan efektif. Para siswa tampak antusias memanfaatkan teknologi visual untuk mendalami materi sejarah secara lebih komprehensif.
Ke depan, pihak madrasah berkomitmen untuk terus mendorong para pendidik dan peserta didik agar terbiasa memanfaatkan sarana teknologi secara positif dan produktif. Perpustakaan madrasah pun ditargetkan tidak hanya menjadi tempat membaca dan mencari referensi, tetapi bertransformasi menjadi ruang belajar yang inovatif, nyaman, dan transformatif.
Melalui inovasi pembelajaran berbasis digital dan karakter ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di madrasah, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan pendidikan yang berkualitas, modern, dan berdaya saing di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar