Talaga (Kemenag) — Dalam upaya mendukung program transformasi digital di lingkungan administrasi pendidikan, Wali Kelas XI-5 MAN 1 Majalengka, Muhammad Rivki Pratama, S.Pd., melaksanakan kegiatan monitoring kehadiran peserta didik secara real-time berbasis aplikasi sistem Fingerspot bertempat di Ruang Guru MAN 1 Majalengka, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan monitoring ini merupakan wujud nyata komitmen madrasah dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi tata kelola kehadiran siswa. Dalam pelaksanaannya, Muhammad Rivki Pratama didampingi oleh dua perwakilan peserta didik kelas XI-5, Raihan dan Zaqy, guna menyaksikan dan mencocokkan secara langsung integrasi data kehadiran yang tersimpan pada sistem situs web dan aplikasi seluler Fingerspot.
Penerapan sistem rekapitulasi digital ini memberikan kemudahan signifikan bagi pihak wali kelas dalam memantau tingkat kehadiran siswa setiap hari tanpa perlu melakukan pendataan secara manual. Seluruh data terekam secara otomatis, yang selanjutnya memudahkan proses evaluasi harian, penyusunan laporan, hingga penanganan dini bagi siswa yang mengalami kendala kedisiplinan atau keterlambatan.
Selain memfasilitasi kebutuhan internal madrasah, inovasi ini juga memanjakan para orang tua atau wali murid. Melalui aplikasi Fingerspot yang terpasang di telepon pintar, orang tua kini dapat memantau status keberadaan putra-putrinya di sekolah secara langsung. Fitur ini dirancang untuk mempererat sinergi dan komunikasi dua arah antara pihak madrasah dan lingkungan keluarga.
Di sela-sela kegiatan monitoring, Wali Kelas XI-5, Muhammad Rivki Pratama, S.Pd., menegaskan bahwa absensi digital tidak hanya sekadar perangkat pencatat administrasi, melainkan instrumen edukatif dalam membina karakter kedisiplinan dan rasa tanggung jawab siswa.
“Pemanfaatan sistem absensi digital ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas monitoring kehadiran peserta didik sekaligus memperkuat sinergi antara madrasah dengan orang tua. Dengan informasi yang dapat diakses secara cepat dan akurat, diharapkan peserta didik semakin termotivasi untuk hadir tepat waktu dan mengikuti proses pembelajaran secara optimal,” ungkap Rivki.
Adapun pelaksanaan monitoring berbasis digital ini ditujukan untuk:
- Meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran tanggung jawab peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
- Mempermudah wali kelas dalam melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kehadiran secara efektif dan efisien.
- Menyediakan data kehadiran yang akurat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.
- Memperkuat kolaborasi antara madrasah dan orang tua dalam mengawasi perkembangan peserta didik.
- Mendukung implementasi digitalisasi layanan administrasi di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Sementara itu, manfaat yang dirasakan melalui penerapan sistem ini meliputi percepatan proses rekapitulasi kehadiran, peminimalisiran kesalahan pencatatan manual, peningkatan transparansi informasi publik madrasah, kemudahan pengambilan keputusan edukatif oleh wali kelas, serta jaminan ketenangan bagi orang tua murid atas kepastian status kehadiran anak secara real-time.
Sebagai langkah tindak lanjut, MAN 1 Majalengka berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan mengoptimalkan integrasi sistem digitalisasi administrasi ini. Diharapkan langkah konkret ini mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas tata kelola serta pelayanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar