Rajagaluh [KEMENAG] – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penyelarasan program dengan Kurikulum Merdeka. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, madrasah menggelar kegiatan Pembinaan Kokurikuler bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan strategis ini menghadirkan Pengawas Pembina MTsN 12 Majalengka, Hj. Siti Evi Alivia, S.Ag., M.Pd.I., sebagai narasumber utama.
Jembatan Keterampilan Abad 21
Kegiatan pembinaan yang dilangsungkan di lingkungan madrasah ini dipandu langsung oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Suhanda, S.Pd. Dalam kapasitasnya sebagai pembimbing kegiatan, Suhanda menuturkan bahwa pembinaan ini merupakan langkah krusial dalam memperkuat pengelolaan pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
“Kegiatan kokurikuler berperan sebagai jembatan yang memperdalam dan memperluas pemahaman materi intrakurikuler. Sekaligus, ini menjadi medium untuk mengasah keterampilan abad 21 bagi siswa kita, seperti kreativitas, kolaborasi, dan penalaran kritis,” papar Suhanda.
Pendampingan Terarah dan Sinergi Pendidik
Kehadiran Pengawas Pembina memberikan landasan kerja yang jelas dan terarah bagi para pendidik. Pembinaan ini difokuskan pada tiga aspek fundamental. Pertama, perencanaan dan desain program untuk memastikan kegiatan kokurikuler memiliki indikator capaian yang terukur dan relevan. Kedua, integrasi nilai keagamaan guna menjamin seluruh aktivitas tetap mencerminkan karakter Islami khas MTsN 12 Majalengka. Ketiga, evaluasi dan asesmen untuk menilai perkembangan sikap siswa secara holistik, bukan sebatas pemenuhan administrasi.
Suhanda memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif pembinaan ini. Menurutnya, pendekatan konstruktif dari pengawas membuktikan komitmen aktif dalam membersamai madrasah, jauh dari sekadar fungsi pengawasan yang formalistis.
“Ini menjadi wadah diskusi dua arah yang luar biasa. Guru didorong berinovasi merancang kegiatan yang menyenangkan namun tidak membebani siswa. Selain itu, kegiatan ini terbukti mampu mempererat sinergi antara bidang kesiswaan, kurikulum, dan pimpinan madrasah agar pelaksanaannya berjalan padu,” jelasnya.
Membidik Lahirnya Modul “Best Practice”
Semangat perbaikan mutu ini diharapkan tidak berhenti usai acara pemaparan materi. Suhanda menggarisbawahi pentingnya pendampingan berkelanjutan (continuous mentoring) hingga tahap pelaporan dan refleksi berkala. Harapan terbesarnya adalah program kokurikuler yang dirancang mampu memberikan dampak nyata dalam membentuk kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian sosial seluruh siswa.
Tidak sekadar mengejar target internal, pembinaan ini juga membidik sebuah capaian jangka panjang berupa penyusunan modul praktik baik (best practice). Ke depannya, dokumentasi kokurikuler khas MTsN 12 Majalengka ini ditargetkan dapat menjadi rujukan rill dan sumber inspirasi bagi madrasah-madrasah lain di seluruh wilayah Majalengka.
Langkah proaktif MTsN 12 Majalengka dalam mematangkan program kokurikuler ini kembali menegaskan posisi madrasah sebagai institusi yang responsif terhadap dinamika pendidikan nasional. Melalui kolaborasi solid antara pengawas, pimpinan, dan para pendidik, MTsN 12 Majalengka semakin mantap meretas jalan untuk menciptakan ekosistem pendidikan Islami yang inovatif, ramah anak, dan siap melahirkan generasi hebat bermartabat.
Kontributor: Mohammad Rega Permana


Komentar