Jatiwangi (KEMENAG) — MTsN 10 Majalengka menggelar Rapat Pembinaan Administrasi Guru bersama Pengawas Madrasah pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat akuntabilitas administrasi tenaga pendidik serta meningkatkan kualitas tata kelola pembelajaran di lingkungan madrasah.
Rapat yang dilaksanakan di lingkungan MTsN 10 Majalengka tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan, dewan guru, dan tenaga kependidikan. Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Japar Sodik, S.Hum., kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala MTsN 10 Majalengka, H. Dadang, M.Pd.I.

Dalam arahannya, Dadang mengajak seluruh warga madrasah untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melaksanakan gerakan bersih-bersih lingkungan Madrasah Masagi yang dijadwalkan pada 10 Agustus 2026. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan kedisiplinan sebagai bagian dari budaya kerja di madrasah.
Materi pembinaan selanjutnya disampaikan oleh Pengawas Madrasah, Hj. Siti Evi Alivia, S.Ag., M.Pd.I. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan ketentuan beban kerja guru, yaitu minimal 24 jam tatap muka dan maksimal 40 jam per minggu, serta pentingnya pemenuhan administrasi, termasuk pencetakan Kartu S25 sebagai salah satu persyaratan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Selain itu, Hj. Siti Evi Alivia menegaskan pentingnya kelengkapan dokumen administrasi pembelajaran sebagai wujud profesionalisme guru. Dokumen tersebut meliputi visi, misi, dan tujuan madrasah; kalender pendidikan; analisis pekan efektif; Alur Tujuan Pembelajaran (ATP); Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), dan perangkat pembelajaran; serta pedoman penentuan nilai rapor.
Pada kesempatan tersebut, pengawas juga mengingatkan agar program kerja setiap wakil kepala madrasah diselaraskan dengan dokumen kurikulum. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi landasan dalam penguatan karakter peserta didik yang mengintegrasikan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Lebih lanjut, ia mendorong seluruh guru untuk menerapkan pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan ini, peserta didik diharapkan lebih aktif merefleksikan materi yang dipelajari sehingga pemahaman, kemampuan berpikir kritis, dan capaian kompetensi dapat terukur secara optimal.
Melalui kegiatan pembinaan ini, MTsN 10 Majalengka memperkuat komitmennya dalam meningkatkan tertib administrasi guru, kualitas implementasi kurikulum, serta profesionalisme tenaga pendidik. Tindak lanjut dari kegiatan ini akan dilakukan melalui penyempurnaan perangkat pembelajaran, penyesuaian dokumen kurikulum, dan pendampingan berkelanjutan oleh pengawas madrasah.
Diharapkan hasil pembinaan ini dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan di MTsN 10 Majalengka serta mendukung terwujudnya pelayanan pendidikan yang profesional, akuntabel, dan berkualitas di lingkungan Kementerian Agama.
Kontributor: Tri Puji Lestari


Komentar