Majalengka (KEMENAG) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka peringatan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat Kabupaten Majalengka di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Majalengka, Rabu (5/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Euis Damayanti menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tokoh agama, dan ulama untuk membentengi masyarakat dari ancaman penyakit sosial serta pergeseran moral.
“Penanganan isu sosial seperti pencegahan LGBTQ dan penyebaran HIV/AIDS tidak bisa dilakukan secara parsial. Kementerian Agama berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan MUI dan Pemerintah Daerah Majalengka dalam menguatkan pendidikan keagamaan serta ketahanan keluarga di tengah masyarakat,” ujar Euis di sela-sela kegiatan.

Kegiatan yang mengusung topik Pencegahan dan Penanggulangan LGBTQ ini diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari jajaran Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan, Komisi MUI Kabupaten, hingga Ketua dan Sekretaris MUI Kecamatan se-Kabupaten Majalengka.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, Ketua Umum MUI Majalengka Drs. KH. Anwar Sulaeman, M.M.Pd., Kepala Badan Kesbangpol H. Iding Solehudin, S.Sos., M.P., Ketua Panitia yang juga Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., serta pimpinan ormas Islam seperti PCNU, Muhammadiyah, Persis, LDII, Mathla’ul Anwar, dan Sarikat Islam.
Ketua Panitia Pelaksana, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan untuk menggali pemahaman, persepsi, dan merumuskan solusi konkret yang menghasilkan rekomendasi bagi kebijakan Pemda.

“FGD ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-51 MUI Majalengka. Selain FGD, rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan narkoba, Subuh Akbar di Masjid Al-Imam, pembinaan khatib Jumat, pemulasaraan jenazah, hingga pelatihan penyembelihan halal,” papar Abu Mansyur.
Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Eman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ulama dan pimpinan MUI yang terus mendampingi pemerintah daerah dalam mengawal stabilitas keagamaan dan sosial.
Eman menyoroti bahaya fenomena LGBTQ dan penyebaran HIV/AIDS di wilayah Majalengka yang dinilainya seperti fenomena gunung es dan harus disikapi secara serius.

“Urusan kemasyarakatan ini sangat kompleks. Fenomena LGBTQ dan HIV/AIDS ini ibarat gunung es. Pemerintah daerah tidak mungkin bisa bergerak sendiri tanpa partisipasi aktif dari para kiai, ulama, dan tokoh masyarakat. Kita harus berani mengambil langkah nyata untuk melindungi generasi muda kita,” tegas Eman.
Lebih lanjut, Eman mengutip dukungan atas kebijakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 yang memposisikan pergeseran nilai budaya dan LGBTQ sebagai bentuk ancaman nonmiliter terhadap ideologi, sosial, dan keagamaan.
“Bapak Presiden Prabowo telah menegaskan bahwa hal ini merupakan ancaman nonmiliter. Oleh karena itu, saya sangat berharap dari FGD ini lahir sebuah rekomendasi resmi dari MUI yang menjadi dasar acuan bagi Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk mengambil kebijakan dan langkah hukum formal ke depan,” pungkasnya.

Rangkaian acara FGD dan Rakor peringatan Milad ke-51 MUI Majalengka ini ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok terarah yang akan menghasilkan Keputusan-keputusan yang senantiasa memberikan kemaslahatan dan kebermanfaatan bagi umat.
Kontributor: Endang Mu’min


Komentar