Jatiwangi (KEMENAG) – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan Bimbingan dan Konseling (BK), MAN 3 Majalengka melaksanakan pengisian Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) secara daring bagi seluruh siswa kelas XII pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang dipandu oleh Guru BK ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan peserta didik sebagai dasar penyusunan program layanan BK yang lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kondisi nyata siswa.
Pelaksanaan AKPD dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital melalui pemindaian QR Code yang telah disiapkan oleh Guru BK. Sebelum pengisian dimulai, siswa diberikan arahan mengenai tujuan pelaksanaan angket, tata cara mengakses formulir, serta pentingnya memberikan jawaban secara jujur dan objektif. Selanjutnya, siswa mengisi angket secara mandiri menggunakan telepon genggam masing-masing dengan pendampingan Guru BK selama kegiatan berlangsung.
Melalui pengisian AKPD, Guru BK memperoleh data mengenai kebutuhan peserta didik dalam berbagai aspek perkembangan, meliputi aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karier. Informasi tersebut menjadi bahan analisis dalam menyusun program layanan yang relevan dengan kebutuhan siswa kelas XII, terutama dalam memberikan pendampingan menghadapi kelulusan, menentukan pilihan studi lanjut, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Guru BK MAN 3 Majalengka, Iyum Tsamratul Ainil Alawiyah, S.Pd., mengatakan bahwa penggunaan AKPD secara digital mempermudah proses pengumpulan dan pengolahan data sehingga layanan BK dapat disusun secara lebih tepat sasaran. “Data dari AKPD menjadi dasar bagi kami untuk memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan setiap peserta didik,” ujarnya.
Selain memberikan kemudahan bagi siswa dalam proses pengisian, sistem digital juga mempercepat proses rekapitulasi dan analisis hasil angket. Dengan demikian, Guru BK dapat segera menyusun program layanan yang responsif terhadap berbagai persoalan maupun potensi yang dimiliki peserta didik. Seluruh data yang dihimpun dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling.
Kepala MAN 3 Majalengka mendukung pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari transformasi layanan pendidikan yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik. Melalui pemetaan kebutuhan yang dilakukan secara sistematis, madrasah diharapkan mampu menghadirkan layanan BK yang lebih adaptif, preventif, dan berorientasi pada perkembangan potensi siswa.
Pelaksanaan AKPD secara online ini menjadi salah satu wujud komitmen MAN 3 Majalengka dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berpusat pada peserta didik. Hasil analisis angket diharapkan mampu menjadi landasan dalam memberikan pendampingan yang optimal sehingga siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan pribadi, sosial, dan karier untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Kontributor : Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)


Komentar