Talaga (Kemenag) — MAN 1 Majalengka terus mendorong pembentukan karakter akhlakul karimah di lingkungan satuan pendidikan. Sebagai bentuk inovasi pembinaan keagamaan, para siswi yang sedang berhalangan (datang bulan) diarahkan untuk mengikuti kegiatan pembiasaan membaca shalawat Nabi Muhammad SAW setiap pagi sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai.
Kegiatan rutin yang berlangsung di Lapangan Upacara ini dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026), mulai pukul 06.45 hingga 07.00 WIB. Program ini diperuntukkan bagi seluruh siswi kelas X, XI, dan XII yang sedang tidak dapat melaksanakan ibadah shalat.
Staf Kesiswaan, Irma Nurmala, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pengkondisian agar siswi yang berhalangan tetap memiliki aktivitas spiritual di pagi hari, menggantikan kegiatan shalat Dhuha berjamaah yang diikuti peserta didik lainnya.
“Kami memisahkan barisan siswi yang sedang berhalangan dari rombongan shalat Dhuha. Langkah ini dilakukan agar pembiasaan ibadah di pagi hari tidak terputus, sekaligus menanamkan nilai kejujuran pada diri siswi untuk terbuka mengenai kondisinya,” ujar Irma di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, pembiasaan membaca shalawat ini menjadi ruang edukasi spiritual yang inklusif, sehingga tidak ada alasan bagi siswi untuk pasif atau sekadar berdiam diri saat rekan-rekannya menjalankan ibadah Sunnah Dhuha.
Melalui program ini, sekolah berharap para siswi dapat terus memelihara konsistensi dalam berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sejak awal hari. Selain itu, kegiatan ini juga diproyeksikan untuk membentuk kedisiplinan serta kejujuran mental anak didik.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkesinambungan dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan keagamaan serta pembinaan karakter peserta didik di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar