Talaga (Kemenag) — Sebanyak 100 siswa-siswi MAN 1 Majalengka mengikuti kegiatan Kunjungan Edukasi Moderasi Beragama bertajuk Live Learning Moderasi Beragama dengan tema “Menguatkan Harmoni dalam Keragaman, Meneguhkan Komitmen Kebangsaan”, Selasa (28/7/2026). Kegiatan pembelajaran lapangan ini berpusat di Aula Balai Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Turut mendampingi para siswa dalam kegiatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MAN 1 Majalengka, Iyan Arif Hasyim, M.Pd., Plt. Kepala Urusan Tata Usaha, Abdul Azis Arifin, S.Sos., beserta jajaran Wakil Kepala Madrasah dan Staf Kesiswaan.
Rangkaian acara diawali pada pukul 08.00 WIB dengan dipandu oleh Sekretaris Desa Cisantana, Aji Yanto. Kepala Desa Cisantana, Ano Suratno, A.Md., dalam sambutannya memaparkan profil Desa Cisantana yang berada di kaki Gunung Ciremai dan berbatasan langsung dengan wilayah Palutungan. Desa yang dihuni sekitar 7.500 hingga 8.000 jiwa ini dikenal memiliki keberagaman agama yang tinggi—terdiri dari pemeluk Islam, Kristen (Katolik & Protestan), serta Penghayat Kepercayaan—sehingga ditetapkan oleh Kementerian Agama sebagai Desa Moderasi Beragama sekaligus Desa Wisata.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala MAN 1 Majalengka, Iyan Arif Hasyim, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas penerimaan hangat dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat.
“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama dan sambutan yang luar biasa ini. Melalui kunjungan langsung ini, kami ingin para siswa mengapresiasi serta mengambil pelajaran berharga dari indahnya kerukunan dan toleransi antarumat beragama yang telah terjalin begitu alami di Desa Cisantana,” ujar Iyan.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber lintas agama dan kepercayaan, yakni : Ustadz Angga (Ketua MUI Desa Cisantana), Pastor Dedi, OSC (Tokoh Agama Katolik / Pastor Paroki Cisantana) dan Ibu Magdalena (Tokoh Penghayat Kepercayaan)
Usai diskusi interaktif, para peserta diajak melakukan kunjungan lapangan. Rombongan mendatangi Goa Maria dengan panduan dari Pastor Dedi, OSC, kemudian dilanjutkan ke Situs Batu Satangtung yang dipandu oleh Ibu Magdalena.
Melalui edukasi berbasis live learning ini, diharapkan terjalin silaturahmi yang erat serta memberikan pemahaman yang komprehensif bagi para peserta didik mengenai pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama. Praktik baik (best practice) toleransi yang telah terbangun di Desa Cisantana diharapkan dapat diserap dan diimplementasikan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menguatkan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda, sekaligus mendukung komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas layanan kehidupan beragama yang harmonis, toleran, dan damai di tengah masyarakat.
Kontributor: Wawan Abdul Gani, M.Ag (Humas MAN 1 Majalengka)


Komentar