Talaga (Kemenag) — Boarding School Tahfidz Al-Badar MAN 1 Majalengka terus berkomitmen membina para santri melalui penerapan rutinitas harian yang terstruktur dan bermakna. Langkah ini dilakukan guna menyeimbangkan kedalaman ilmu agama, keunggulan akademis, serta pembentukan akhlakul karimah bagi seluruh peserta didik.
Penerapan disiplin harian tersebut berlangsung di Asrama Siswa MAN 1 Majalengka dan Masjid Sekolah pada Senin (28/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri yang berjumlah 186 orang dengan pendampingan intensif dari tim pengasuh yang terdiri dari Kepala Asrama, Mustopa, M.Pd., H. Aceng, M.Pd.I., Hj. Rida Marida, M.Pd.I., serta empat orang asatidz.
Rangkaian Kegiatan dan Kedisiplinan Harian
Pembiasaan diawali sejak dini hari pukul 03.30 WIB dengan shalat malam dan shalat Subuh berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi setoran serta muroja’ah hafalan Al-Qur’an. Setelah memperdalam hafalan hingga pukul 06.00 WIB, para santri mempersiapkan diri untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah formal sebagai bagian dari penguatan ilmu pengetahuan umum.
Usai menuntaskan aktivitas sekolah pada pukul 15.30 WIB, para santri memanfaatkan waktu istirahat dengan menjaga kebersihan lingkungan asrama secara gotong royong. Rangkaian kegiatan malam dilanjutkan setelah shalat Maghrib dan Isya berjamaah yang diisi dengan kajian kitab kuning.
Penguatan Karakter dan Tanggung Jawab
Kepala Asrama MAN 1 Majalengka, Mustopa, M.Pd., menyampaikan bahwa pembiasaan yang konsisten ini dirancang untuk membentuk pribadi santri yang mandiri dan berintegritas.
“Rutinitas harian di Boarding School Al-Badar bukan sekadar jadwal kegiatan, melainkan ikhtiar kami dalam menanamkan rasa tanggung jawab, disiplin, serta kepedulian lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keislaman,” ujar Mustopa.
Tindak lanjut dari program harian ini adalah evaluasi berkala terhadap perkembangan hafalan, kedisiplinan, dan pemahaman keagamaan santri. Hal ini dilakukan agar pola pembinaan tetap berjalan optimal dan terukur.
Melalui kebiasaan positif yang tertanam secara konsisten di lingkungan madrasah, kegiatan ini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter Qur’ani, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu dan kualitas layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
(Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar