Berita Daerah
Beranda » Berita » Santri Pondok Pesantren MAN 3 Majalengka Perdalam Makna Berbakti kepada Orang Tua melalui Kuliah Subuh

Santri Pondok Pesantren MAN 3 Majalengka Perdalam Makna Berbakti kepada Orang Tua melalui Kuliah Subuh

Jatiwangi (KEMENAG) — Suasana Masjid Al Azfar MAN 3 Majalengka terasa begitu khidmat pada Selasa (28/7/2026) dini hari. Sejak sebelum fajar menyingsing, para santri putra dan putri Pondok Pesantren MAN 3 Majalengka telah berkumpul untuk melaksanakan shalat Tahajud dan Subuh berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Kuliah Subuh.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin pembinaan pesantren ini bukan sekadar mengisi waktu selepas Subuh. Lebih dari itu, Kuliah Subuh menjadi ruang bagi para santri untuk memperkuat keimanan sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak yang akan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah melaksanakan dzikir dan doa bersama untuk kedua orang tua, kemajuan madrasah, serta keselamatan bangsa, para santri mengikuti tausiah yang disampaikan Kepala Asrama Pondok Pesantren MAN 3 Majalengka, H. Agus Jamaluddin, M.Pd. Pada kesempatan tersebut, ia mengangkat tema “Anak Saleh sebagai Mahkota Terindah untuk Kedua Orang Tua.”

Di hadapan para santri, H. Agus mengajak mereka merenungkan kembali arti menjadi anak yang berbakti. Menurutnya, setiap anak merupakan amanah yang Allah titipkan kepada orang tua, sehingga sudah sepatutnya amanah tersebut dijaga dengan akhlak yang baik, ibadah yang istiqamah, dan semangat menuntut ilmu.

“Anak yang saleh bukan hanya menjadi kebahagiaan bagi orang tuanya di dunia, tetapi juga menjadi penyejuk hati hingga kehidupan akhirat. Karena itu, berbakti kepada orang tua adalah salah satu jalan meraih ridha Allah SWT,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa harapan setiap orang tua agar memiliki anak yang saleh telah diabadikan Allah SWT dalam Surah Al-Furqan ayat 74. Doa tersebut menjadi pengingat bahwa keluarga yang dibangun di atas iman dan ketakwaan akan melahirkan generasi yang membawa keberkahan.

Perkokoh Ketahanan Keluarga, KUA Majalengka Bekali Calon Pengantin Lewat Bimbingan Perkawinan

Menguatkan pesan tersebut, H. Agus mengutip hadis riwayat Abu Daud yang menjelaskan keutamaan orang tua yang berhasil mendidik anaknya mencintai Al-Qur’an. Kelak, Allah akan memuliakan mereka dengan mahkota yang cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari.

Menurutnya, proses membentuk pribadi yang saleh tidak terjadi secara instan. Keteladanan orang tua, guru, dan para pengasuh menjadi fondasi utama dalam membiasakan anak mencintai kebaikan. Ia pun mengutip nasihat Imam Al-Ghazali bahwa hati seorang anak ibarat permata yang masih bersih. Apa yang ditanamkan sejak dini akan membentuk karakter dan kepribadiannya di masa depan.

Melalui kegiatan seperti Kuliah Subuh, Pondok Pesantren MAN 3 Majalengka terus menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual sekaligus karakter. Berbagai program keagamaan, mulai dari pembiasaan ibadah harian, pendampingan tahfiz Al-Qur’an, hingga evaluasi akhlak santri, menjadi bagian dari ikhtiar mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang santun dan berbakti kepada orang tua.

Kuliah Subuh pagi itu pun ditutup dengan doa bersama. Di balik dinginnya udara menjelang pagi, tersimpan harapan agar setiap nasihat yang diterima mampu tumbuh menjadi semangat bagi para santri untuk terus memperbaiki diri, mengamalkan ilmu, serta menghadirkan kebahagiaan bagi kedua orang tua melalui akhlak dan prestasi yang mereka raih.

Tingkatkan Tertib Administrasi, Operator KUA Sindangwangi Ikuti Sosialisasi PMA Nomor 12 Tahun 2026

Kontributor : Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *