Talaga (Kemenag) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka menggelar evaluasi program kesiswaan pada Senin (27/7/2026) di Lapangan Upacara MAN 1 Majalengka. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan (Wakasis), Ade Rahayu Wahidin, S.Pd., ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 10, 11, dan 12 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kedisiplinan serta membangun citra positif madrasah.
Dalam pengarahannya, Ade Rahayu memaparkan evaluasi persentase kehadiran siswa. Tingkat kedisiplinan kehadiran saat ini mencatatkan angka 92% untuk kelas 10, 89% untuk kelas 11, dan 94% untuk kelas 12. Guna menjaga ketertiban, pihak madrasah menegaskan kembali aturan jam malam pelajar yang membatasi aktivitas di luar rumah di atas pukul 21.00 WIB, pengelolaan izin keluar sekolah hanya untuk urusan mendesak, serta pengoptimalan sistem absensi berbasis pengenalan wajah (face recognition) agar dapat terus dipantau oleh orang tua.
Sebagai bagian dari penegakan tata tertib, madrasah juga menetapkan prosedur tegas bagi ketidakhadiran tanpa keterangan (alfa). Pelanggaran berturut-turut selama tiga hari akan berlanjut pada pemanggilan orang tua, penandatanganan surat pernyataan, hingga pengembalian peserta didik kepada pihak keluarga jika pelanggaran terus berulang.
Selain penegakan disiplin, fokus utama evaluasi ini adalah penataan branding MAN 1 Majalengka (Mansaka). Seluruh peserta didik diajak untuk mengambil peran aktif dalam menjaga integritas dan mengharumkan nama baik lembaga.
“MAN 1 Majalengka saat ini sedang gencar membangun branding lembaga yang unggul. Harapan kami, jika belum mampu mempersembahkan prestasi, setidaknya jangan buat citra buruk bagi madrasah. Mulailah dari hal-hal kecil, salah satunya dengan aktif membagikan konten-konten positif tentang kegiatan Mansaka di media sosial,” ujar Ade Rahayu di hadapan para siswa.
Rangkaian pembinaan ini ditutup dengan doa bersama untuk mendukung perwakilan siswa MAN 1 Majalengka yang tengah berjuang pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Provinsi.
Melalui evaluasi berkala dan penegakan aturan secara konsisten, kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak tingkat kedisiplinan serta menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat di kalangan siswa. Dampak positif ini diharapkan turut menunjang peningkatan mutu pendidikan dan kualitas layanan publik di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.


Komentar