Berita Kemenag
Beranda » Berita » Kemenag Majalengka Gelar Pembinaan Mental Kajian Al-Hikam Hikmah 214–215, Tekankan Pentingnya Kedekatan Hati dan Ilmu Laduni

Kemenag Majalengka Gelar Pembinaan Mental Kajian Al-Hikam Hikmah 214–215, Tekankan Pentingnya Kedekatan Hati dan Ilmu Laduni

Majalengka (KEMENAG) — Pentingnya membangun kedekatan batin dengan Allah SWT serta memahami hakikat ilmu spiritual (ilmu laduni) yang senantiasa beriringan dengan syariat menjadi fokus utama dalam pembinaan mental pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka. Materi tersebut disampaikan oleh Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., Penyelenggara Zakat Wakaf Kantor Kemenag Majalengka selaku pemateri utama dalam Kajian Kitab Al-Hikam yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Majalengka, Senin (27/7/2026).

Kegiatan rutin ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., serta Kasubag TU Kemenag Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag. Turut hadir pula jajaran Kepala Seksi, Pengawas Madrasah, Pengawas PAI, serta seluruh pegawai dari lingkungan Kemenag maupun Kemenhaj Kabupaten Majalengka.

Dalam pemaparannya yang mengupas hikmah ke-214, Ojun Rojun menjelaskan bahwa hakikat kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta tidak diukur secara fisik atau lahiriah, melainkan dari kesadaran batin dan ketajaman penglihatan hati atas kedekatan Allah.

“Kedekatanmu dengan Allah adalah terbukanya penglihatanmu akan kedekatan Allah denganmu. Dan jika tidak, maka dari manakah engkau akan mendapatkan wujud kedekatannya?” papar Ojun mengutip teks Kitab Al-Hikam.

Ia menambahkan, kesadaran akan kedekatan Allah (maqam Ihsan) akan menjadi benteng bagi seorang hamba. Orang yang hatinya senantiasa terpaut dengan Allah akan dijaga dari perbuatan maksiat atau menabrak larangan-Nya, serta dimudahkan untuk konsisten menjalankan perintah-Nya. Sebaliknya, orang yang melupakan Allah demi kepuasan duniawi dan ego prestige cenderung menghalalkan segala cara.

Plt Kepala KUA Cigasong Baru Awali Tugas dengan Perkenalan Bersama Pegawai

Melanjutkan pada hikmah ke-215, kajian mengulas tentang ilmu hakikat atau Al-Ulumul-Laduniyyah (ilmu laduni). Pengetahuan spiritual intuitif ini ditancapkan langsung oleh Allah ke dalam hati hamba-Nya yang bertakarub. Ojun menegaskan bahwa ilmu laduni tidak boleh bertentangan dengan ajaran syariat.

“Ilmu hakikat itu senantiasa beriringan dan bersesuaian dengan syariat. Jika bertentangan dengan syariat, maka itu batil. Syariat tanpa hakikat bisa menjadi fasik, dan hakikat tanpa syariat adalah batil,” tegasnya.

Menguatkan materi yang disampaikan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka, Abu Mansyur menegaskan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai kedekatan dengan Allah tersebut dalam aktivitas kerja dan pelayanan publik sehari-hari. Menurutnya, kesadaran batin akan kedekatan Allah harus melandasi moralitas seluruh aparatur.

“Pesan dalam hikmah Al-Hikam ini sangat relevan dengan tugas kita sebagai pelayan masyarakat. Ketika seorang pegawai senantiasa merasa diawasi dan dekat dengan Allah, maka integritas, ketulusan, serta ketaatan terhadap aturan akan lahir secara natural tanpa perlu dipaksa. Nilai-nilai kedekatan batin inilah yang menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas pelayanan ibadah serta keagamaan di Kabupaten Majalengka,” ungkap Abu.

Untuk memperoleh kedekatan dan ilmu yang membawa keselamatan dunia akhirat tersebut, Ojun dan para pimpinan mengimbau para pegawai untuk senantiasa membersihkan hati dari sifat suudzon (prasangka buruk), menjauhi dosa, serta konsisten menghiasi diri dengan akhlakul karimah.

Kokurikuler MTsN 7 Majalengka Tanamkan Kepedulian Lingkungan melalui Gerakan Penghijauan di Depan Kelas

Rangkaian kajian ditutup dengan doa bersama agar seluruh jajaran pegawai Kemenag dan Kemenhaj Majalengka diberikan kelapangan hati, keberkahan ilmu, serta keteguhan dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *