Kertajati (KEMENAG) – Suasana penuh khidmat dan kehangatan menyelimuti Ballroom Hotel Metland Smara Kertajati, Majalengka, pada Ahad (5/7/2026). Hari itu menjadi momentum yang sarat kebahagiaan bagi keluarga besar Dr. KH. Maman Imanulhaq atas digelarnya resepsi pernikahan putri tercinta, Emily Ghaitsa Nurilhaq, yang resmi dipersunting oleh kekasih pilihannya, Nahdi.
Momentum istimewa ini terasa semakin bermakna dengan kehadiran jajaran tokoh penting dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Tampak hadir Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., bersama Wakil Menteri Agama RI, Dr. KH. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum.

Turut mendampingi pula para Direktur Jenderal, para Direktur, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Barat, hingga jajaran pejabat Kemenag Kabupaten Majalengka. Kehadiran para tokoh ini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan juga membawa doa, restu, serta kehangatan kebersamaan yang mendalam bagi kedua mempelai dan keluarga besar.
Bagi keluarga besar KH. Maman Imanulhaq, kehadiran Menteri Agama beserta jajaran merupakan sebuah kehormatan sekaligus anugerah yang tak ternilai. Doa serta nasihat yang disampaikan diharap mampu menjadi bekal berharga bagi Emily dan Nahdi dalam menapaki bahtera rumah tangga.

Nasihat Pernikahan: Filosofi Langit dan Bumi
Dalam prosesi yang penuh kekhusyukan, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyampaikan nasihat pernikahan yang menyentuh hati dan sarat makna. Ia mengibaratkan hubungan suami istri layaknya langit dan bumi—dua entitas yang berbeda, namun saling melengkapi dalam harmoni yang indah.
“Langit menghadirkan cahaya melalui bintang, memberi kehangatan lewat matahari, menaungi dengan awan, dan menghadirkan kesejukan melalui hujan. Sementara itu, bumi menerima setiap anugerah tersebut, menjadi hamparan yang menyejukkan dan memberi kehidupan,” tutur Menag.
Lebih lanjut, Prof. Nasaruddin menegaskan bahwa langit dan bumi tidak pernah saling menyalahkan, tidak pernah memprotes, dan senantiasa menjalankan perannya masing-masing dengan penuh keseimbangan. Di dalam diam, keduanya justru menunjukkan harmoni yang abadi.
“Demikianlah seharusnya suami dan istri—saling melengkapi, memahami peran masing-masing, tidak saling menyalahkan, serta terus menjaga keharmonisan dalam kehidupan bersama,” pesan beliau.
Doa Penutup dan Ungkapan Terima Kasih
Di tengah atmosfer kebahagiaan tersebut, keluarga besar berharap agar seluruh doa dan nasihat yang telah dipanjatkan dapat menjadi cahaya penuntun bagi perjalanan rumah tangga Emily dan Nahdi. Semoga pernikahan ini senantiasa dibangun di atas fondasi sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta selalu berada dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT.

Rangkaian acara kemudian ditutup secara khidmat dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Agama RI, Romo H.R. Muhammad Syafi’i. Doa tersebut sekaligus menguatkan harapan serta keberkahan bagi kedua mempelai dalam menempuh hidup baru.
Menutup keseluruhan jalannya acara, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya atas segala perhatian, doa restu, dan kasih sayang yang telah dicurahkan oleh seluruh tamu undangan yang hadir.
Kontributor : Taupik Hidayat


Komentar